Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Tersenyum, Pembeli Girang! Pasar Tani NTT Disambut Meriah

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 17:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Tersenyum, Pembeli Girang! Pasar Tani NTT Disambut Meriah Doc: ANTARA/ Yoseph Boli Bataona
Ket. Kegiatan Pasar Tani "Lokal itu Hebat" di arena Car Free Day El Tari Kupang, Sabtu (7/6/2025).

KUPANG - Pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal dapat menciptakan lapangan kerja baru di desa, seperti di sektor pertanian, pengolahan, dan pemasaran produk lokal. 

Dengan mengutamakan penggunaan bahan-bahan lokal, usaha-usaha kecil dapat berkembang, memberdayakan petani, dan memperkuat ekonomi lokal secara keseluruhan. 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pasar Tani sebagai bentuk dukungan dan pemberdayaan para petani lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   

“Kegiatan ini sebagai ruang apresiasi dan ruang promosi bagi produk lokal petani kita,” kata Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian DPKP Provinsi NTT Juliyanto Nixson Mooy di sela-sela kegiatan Pasar Tani di arena Car Free Day El Tari Kupang, Sabtu (7/6).  

Ia mengatakan tujuan dari Pasar Tani adalah untuk memperkenalkan produk hasil dan olahan pertanian serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal. 

“Kegiatan ini juga sebagai inisiatif strategis dengan harapan terjadinya peningkatan diversifikasi pangan lokal serta pengurangan ketergantungan pada pangan impor,” katanya.  

Kegiatan Pasar Tani, kata dia, menjadi upaya memperkenalkan keberagaman pangan lokal dan hasil pertanian segar dengan mengedepankan olahan pangan yang aman, sehat, dan bergizi. 

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat bisa mengenal dan memiliki rasa percaya pada produk dalam daerah sendiri, karena selama ini sudah terbiasa membeli produk pangan dari luar. 

“Supaya masyarakat punya rasa memiliki dan rasa percaya pada produk daerah sendiri yang sebenarnya unggul dan mampu bersaing dengan produk pangan dari luar,” katanya menambahkan. 

Ia menyebutkan para peserta yang berjualan adalah para petani dan UMKM binaan DPKP NTT yang disebut sebagai Unit Pengolahan Hasil (UPH). Selain itu, turut melibatkan peserta UMKM dari binaan dinas terkait. 

“Pada hari ini totalnya sebanyak 28 peserta yang terlibat. Semuanya saling bergandengan tangan mempromosikan keanekaragaman produk pangan segar dan olahan,” katanya. 

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan BPOM Kupang yang menghadirkan booth konsultasi keamanan pangan dan laboratorium keliling untuk memeriksa sampel produk yang dijual. 

Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan kegiatan ini sebagai wujud apresiasi dan dukungan kepada para petani dan UMKM lokal. 

“Ini kegiatan kelima dan masih akan ada lima kali Pasar Tani ke depannya,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.