Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Singkawang Sambut Imlek dan Cap Go Meh dengan Replika Sembilan Naga

📅 Rabu, 08 Jan 2025, 16:35 WIB | Oleh:
Singkawang Sambut Imlek dan Cap Go Meh dengan Replika Sembilan Naga Doc: ANTARA/Narwati
Ket. Salah satu replika 9 naga di Singkawang

SINGKAWANG - Santo Yosep Singkawang Group kembali membuat replika 9 naga untuk memeriahkan perayaan Imlek 2576 dan Cap Go Meh tahun 2025.

Hal itu diungkapkan Ketua Pembuatan 9 Naga, Bong Sin Fo, yang mengatakan saat ini pihaknya sudah membuat sebanyak 7 naga. "Sudah jadi 7 naga, jadi tinggal 2 naga lagi dan masih dalam proses pembuatan," kata Bong Sin Fo di Singkawang Selasa.

Proses pembuatan naga, kata dia, sudah dilakukan sejak bulan Maret 2024 di Sungai Pinyuh dengan menggunakan bahan kain satin.

Naga yang dibuat, lanjutnya, berwarna warni. Ada yang warna kuning, hijau, biru, merah, abu-abu, putih, toska, kuning emas, dan merah muda. Sementara untuk panjang masing-masing naga sama sepanjang 37-38 meter.

"Masing-masing ruas naga 3,9 meter x 9 meter, ditambah kepala naga kurang lebih dua meter," ujarnya.

Untuk dua naga yang belum selesai, kata dia, ditargetkan selesai dalam waktu dekat ini. "Karena pada H-3 perayaan Imlek sudah harus kita pajang di kolam renang Pucuk Merah Garden (PMG) Singkawang," ucapnya.

Bagi pengunjung yang ingin melihat sambil berfoto dengan keindahan 9 naga ini, kata dia, diimbau untuk tertib agar tidak merusak naga yang dipajang.

"Silahkan berfoto-foto ,tetapi jangan menyentuh atau menarik jenggot naga, sehingga tidak rusak," pesannya.

Menurutnya, 9 naga ini juga akan diturunkan untuk mengikuti pawai lampion yang akan dilaksanakan pada 10 Februari 2025.

"Sehingga masing-masing naga kita pasang lampu LED agar kelihatan indah di malam hari," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pembersihan eceng gondok di...
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...

Evakuasi kapal Mentawai Fast di Padang

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...

Prosesi Maria Assumpta Nusantara

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Megapolitan
Gubernur Pramono Lepas Pese...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.