Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perangkap Harimau di Mukomuko Dipasang BKSDA Bengkulu

24 Rabu, 08 Jan 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Perangkap Harimau di Mukomuko Dipasang BKSDA Bengkulu   Perangkap Harimau di Mukomuko Dipasang BKSDA Bengkulu   Doc: ANTARA/Ferri
Ket. Personel Kepolisian Sektor Teras Terujam, Kabupaten Mukomuko mengevakuasi jasad warga Desa Tunggal Jaya yang diduga dimangsa harimau, Rabu (8/1).

MUKOMUKO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu akan memasang perangkap untuk menangkap harimau yang diduga memangsa seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko.

"Saat ini orang BKSDA membawa perangkap dari wilayah Putri Hijau ke Kabupaten Mukomuko, dan perangkap ini nanti dipasang untuk menangkap harimau yang memangsa warga Desa Tunggal Jaya," kata Plt Kepala Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam Ujang Selamat saat dihubungi dari Mukomuko, Rabu.

Seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, bernama Ibnu Oktavianto (22) ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa sawit milik Ari Cahyono pada Selasa (7/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban yang sehari-hari mencari rumput untuk pakan kambing itu ditemukan meninggal dunia, diduga dimangsa harimau di sebuah kebun kelapa sawit di wilayah tersebut.

Dia mengatakan, rencananya perangkap harimau itu menggunakan umpan kambing dan dipasang dekat tempat kejadian warga yang diduga dimangsa harimau di lahan perkebunan kelapa sawit.

"Di desa ini selain BKSDA ada juga unsur tripika terdiri atas polsek, koramil, dan kecamatan, dan mereka sudah menuju lokasi tempat penemuan jasad warga yang diduga dimangsa harimau," katanya.

Terkait dengan keadaan warga di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam setelah kejadian itu, menurut dia, agak trauma, dan warga terutama di RT 5 dan RT 6 berjaga-jaga di depan rumahnya.

"Kebetulan tempat kejadian peristiwanya di RT 6 sehingga warga di RT ini berjaga-jaga dan ada juga anggota Babinsa yang membantu menjaga keamanan di desa ini," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa harimau yang diduga memangsa warga setempat masih muncul di desa ini yang berjarak sekitar 20 meter dari belakang rumah warga.

Sementara ini, katanya, sebagian warga di desa itu menghentikan dan mengurangi aktivitasnya karena belum ada titik terang mengenai harimau tersebut.

"Kami mengimbau warga untuk waspada terhadap kemunculan harimau di wilayah ini dan kalau bisa bepergian jangan sendiri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.