Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Alasannya Kenapa Ahli Gizi Anjurkan Tambahan Protein 17 Gram dalam Makan Bergizi Ibu Hamil

📅 Rabu, 08 Jan 2025, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Alasannya Kenapa Ahli Gizi Anjurkan Tambahan Protein 17 Gram dalam Makan Bergizi Ibu Hamil Doc: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ket. Ilustrasi - Petugas menata menu makanan yang akan didistribusikan pada pelaksanaan program makan bergizi gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Boyolali, Jawa Tengah, Senin (6/1/2025).

Jakarta - Ahli Gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Pertagi) Dr. Rita Ramayulis menganjurkan tambahan protein minimal 17 gram dalam pemberian makan bergizi gratis bagi ibu hamil dan menyusui.

"Yang berbeda untuk ibu hamil dan ibu menyusui itu, mereka membutuhkan tambahan protein banyak sampai 17 gram per hari, itu tambahan di luar kebutuhan dia sewaktu tidak hamil atau menyusui. Jadi, seharusnya protein yang diberikan lebih banyak, mungkin minimal tiga kali," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan pentingnya pemberian makan bergizi gratis sesuai saran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam isi piringku yang merupakan terjemahan dari gizi seimbang.

"Memang dalam isi piringku itu sudah terdiri dari karbohidrat, makanan pokok, ada protein hewani, nabati, sayur, dan buah, itu adalah isi piringku sebagai gizi seimbang," ujar dia.

Ia juga menyarankan tambahan gizi dari kacang-kacangan karena mengandung asam folat yang sangat dibutuhkan untuk mencegah kekurangan darah merah atau anemia dan mengurangi risiko preeklamsia (tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol) pada ibu hamil.

"Tambahan gizi juga bisa berasal dari kacang-kacangan karena kacang-kacangan ini nanti membantu tambahan asam folat untuk menambah zat besi pada tubuhnya si ibu, berikutnya juga tambahan buah dan sayur pada ibu hamil dan menyusui, yang tentu porsinya mesti lebih besar daripada porsi pada anak sekolah," paparnya.

Dia juga berpesan, Makan Bergizi Gratis adalah program jangka panjang, sehingga pengawasannya tidak boleh hanya di awal peluncuran saja, tetapi harus dilakukan setiap saat dan berkelanjutan.

"Karena ini program jangka panjang, jadi harus konsisten (pengawasannya) baru bisa mencapai target generasi emas," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya prinsip kesesuaian porsi gizi, baik protein hewani, nabati, sayur, maupun buah.

"Prinsip dari makanan bergizi itu ada kesesuaian porsi antara makanan pokok, protein hewani, nabati, sayur, dan buah. Maka, besarnya porsi harus menjadi perhatian, bukan soal masalah ada atau tidak adanya, melainkan porsinya sesuai atau tidak, tolong diperhatikan betul ukuran proteinnya, harus diperhatikan sesuai dengan gizi seimbang," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Seorang Wanita Disekap Sela...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.