Pastikan Program Pemerintah Berdampak Langsung di Setiap Tahapan Pembangunan
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBerdasarkan data Transparency International, Indeks Persepsi Korupsi atau Perception Corruption Index Indonesia tahun 2023 skornya masih 34 dari 100 dan ini berada di peringkat 115 dari 180 negara. Jadi indikator korupsi, indeks persepsi korupsi sejalan, sejalan dengan prestasi kita di banyak segi.
Kemudian, potensi kerugian negara turut berasal dari penambangan ilegal yang diperkirakan mencapai 105 triliun rupiah per tahun. Judi online juga memberikan kerugian ekonomi hingga Rp900 triliun pada tahun 2024.
Kebocoran masih ditambah lagi kebocoran-kebocoran lain karena belanja-belanja yang tidak pas. Mulai dari belanja negara sampai belanja rumah tangga, belanja rumah tangga sampai belanja individu, dan belanja individu itu terjadi pada hal-hal yang seharusnya sudah dilarang, ada belanja narkoba. Jadi, sekarang belanja narkoba sudah menjadi bagian dari kebocoran yang harus menjadi bagian yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan, yang seharusnya kita atasi.
Bagaiamana Bappenas terlibat dalam perencanaan kehutanan?
Melalui implementasi proyek strategis nasional, dapat menciptakan pemanfaatan hutan yang lebih optimal, mendukung ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Sinergi Bappenas dengan Kementerian Kehutanan penting. Hutan memiliki banyak sekali sumber kekayaan yang dapat dimanfaatkan dan dikelola. Karena itu, hutan harus dijadikan sebagai cadangan pangan, energi, dan air untuk generasi masa depan. Bappenas sendiri memastikan akan membantu dan mengawal pada aspek perencanaan.
Kini, Indonesia memiliki kawasan hutan tropis seluas 126,7 juta hektare (ha) yang terdiri atas hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Seluruh jenis hutan ini berpotensi tinggi sebagai sumber daya ekonomi melalui produk hutan, keanekaragaman hayati, dan cadangan karbon. Namun, sekitar 12,7 juta hektare lahan kritis yang tersebar di kawasan hutan perlu ditangani agar fungsi ekologis dari area tersebut dapat terjaga secara optimal.
Dua usulan Proyek Strategis Nasional (PSN) terkait kehutanan juga dibahas dalam pertemuan dua menteri tersebut, yaitu ketahanan pangan dan energi melalui perhutanan berbasis masyarakat, serta penyelamatan mata air kritis untuk ketahanan air. Hal ini mengingat sektor kehutanan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi beserta pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan hutan lestari dan perhutanan sosial sebagaimana terkandung di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan akan menjadi kunci untuk mendukung pencapaian target jangka panjang Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045.
(Kami) harapkan agar kolaborasi ini dapat memberikan dampak signifikan dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan air di Indonesia berbasis kekayaan hutan. Kehutanan memiliki banyak sekali sumber kekayaan yang dapat kita manfaatkan dan kelola. Hutan harus dijadikan cadangan pangan, energi, dan air untuk masa depan, bukan kita sendiri tetapi anak cucu kita.
Bagaimana pandangan Anda tentangan swasembada pangan?
Swasembada pangan membutuhkan lahan yang sehat dan produktif. Swasembada pangan sebagai salah satu program unggulan dalam visi dan misi Presiden RI dalam lima tahun ke depan, membutuhkan lahan yang sehat dan produktif.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah ditegaskan bahwa visi dan misi berbagai program selama lima tahun ke depan memerlukan upaya transformatif, berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, serta berbasis pada kekayaan sumber daya alam Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!