Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teleportasi Kuantum yang 'Mustahil' Kini Tercapai dengan Kabel Internet Umum

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 23:24 WIB | Oleh:

Sejak saat itu, para ilmuwan telah menguji keterikatan kuantum di laboratorium, yang berpuncak pada proposal resmi untuk teleportasi kuantum pada tahun 1993.

Salah satu daya tarik terbesar dari teleportasi kuantum adalah bahwa hal itu dapat terjadi hampir secepat cahaya bergerak. Foton dapat terjerat sehingga melakukan pengukuran pada satu foton secara instan akan memengaruhi pasangannya, tidak peduli seberapa jauh jaraknya.

“Ini sangat menarik karena tidak ada yang mengira hal itu mungkin; pekerjaan kami menunjukkan jalan menuju jaringan kuantum dan klasik generasi berikutnya yang berbagi infrastruktur serat optik terpadu. Pada dasarnya, hal itu membuka pintu untuk mendorong komunikasi kuantum ke tingkat berikutnya,” kata Kumar dengan antusias. 

Melindungi foton yang halus

Sebaiknya Anda baca juga:

Memastikan jalur yang jelas untuk foton tunggal melibatkan lebih dari sekadar menambahkannya ke kabel aktif. Lalu lintas Internet biasa biasanya bergantung pada jutaan partikel cahaya, sehingga beberapa foton kuantum dapat dengan mudah hilang atau kewalahan.

Tim Northwestern melakukan studi terperinci tentang bagaimana cahaya menyebar di dalam kabel untuk melihat apakah ada panjang gelombang tertentu yang mengalami lebih sedikit gangguan.

Mereka menentukan titik optimal itu dan menambahkan filter khusus untuk mengurangi gangguan yang dihasilkan oleh lalu lintas data normal.

"Teleportasi kuantum memiliki kemampuan untuk menyediakan konektivitas kuantum secara aman antara node yang berjauhan secara geografis," kata Kumar. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jaringan kuantum skala besar mungkin memerlukan sistem khusus. Kini, temuannya mengungkapkan bahwa hal ini mungkin tidak sepenuhnya diperlukan, jika sinyal diposisikan di tempat yang tepat dalam spektrum.

Uji coba pertama di saluran sibuk

Demonstrasi awal teleportasi kuantum biasanya melibatkan pengaturan murni atau serat khusus.

Beberapa peneliti percaya bahwa kabel di dunia nyata, yang penuh dengan sinyal, akan meredam cahaya kuantum yang redup. Asumsi itu terbukti salah.

Dalam pengujian di Northwestern, para peneliti menjalankan sinyal kuantum dan komunikasi klasik melalui kabel serat optik yang sama tanpa bertabrakan.

Mereka mengukur seberapa baik informasi kuantum sampai di tujuannya dan memastikan bahwa informasi tersebut masih benar di ujung lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.