Ketegangan Politik di Korsel Makin Memanas, Penyidik Ancam segera Tangkap Presiden yang Dimakzulkan
📅 Kamis, 02 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPejabat Korea Selatan sebelumnya gagal melaksanakan surat perintah penangkapan bagi anggota parlemen, pada tahun 2000 dan 2004 karena anggota dan pendukung partai menghalangi polisi masuk selama tujuh hari saat surat perintah itu berlaku.
Yoon telah dilucuti dari tugas kepresidenannya oleh parlemen dan menghadapi tuduhan pidana pemberontakan, yang dapat mengakibatkan hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
Pada hari Rabu, mayoritas staf Yoon yang tersisa, termasuk kepala stafnya, sekretaris senior, dan penasihat khusus semuanya mengajukan pengunduran diri mereka kepada Penjabat Presiden Choi Sang-mok.
“Ini adalah saatnya bagi semua orang untuk bersatu demi stabilitas penghidupan rakyat dan urusan nasional,” kata penjabat presiden Choi Sang-mok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengunduran diri tersebut merupakan wujud ketidakpuasan atas keputusan Choi untuk menunjuk dua hakim baru ke pengadilan konstitusi yang menangani pemakzulan Yoon, memenuhi tuntutan utama oposisi, tetapi dicap sebagai pelanggaran kewenangan pemimpin sementara oleh staf Yoon.
Yoon mengumumkan darurat militer dalam pidato yang disiarkan di televisi tanpa pemberitahuan, dan mengatakan bahwa undang-undang tersebut bertujuan untuk melenyapkan "elemen-elemen anti-negara", tetapi para anggota parlemen bergegas ke parlemen untuk menolaknya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!