Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Upaya Pelestarian Budaya, Pemkot Bogor Apresiasi Pekan Budaya Nusantara di Kebun Raya

📅 Minggu, 29 Des 2024, 03:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Upaya Pelestarian Budaya, Pemkot Bogor Apresiasi Pekan Budaya Nusantara di Kebun Raya Doc: ANTARA/Shabrina Zakaria
Ket. Pembukaan Pekan Budaya Nusantara di Kebun Raya Bogor, Sabtu (28/12/2024).

Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Budaya Nusantara yang digelar di Kebun Raya Bogor mulai 28 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, sebagai bentuk pelestarian budaya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Ana Ismawati, di Kota Bogor, Sabtu, mengatakan kegiatan ini merupakan proses pelestarian budaya Indonesia, khususnya budaya yang ada di "Kota Hujan".

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memajukan dan mengenali budaya Nusantara demi melestarikannya.

“Momentum ini sangat tepat karena bertepatan dengan liburan anak sekolah. Mudah-mudahan, dengan sajian ini, kita secara tidak langsung melestarikan budaya Nusantara dengan mengenalkannya kepada anak-anak,” ujarnya.

General Manager (GM) Kebun Raya Bogor Andreas F. Kindangen menjelaskan, Kebun Raya Bogor yang saat ini berusia 207 tahun memiliki sejarah sosial budaya yang melekat di dalamnya.

Dalam Pekan Budaya Nusantara ini ditampilkan berbagai penampilan kesenian, termasuk kesenian binaan Pemkot Bogor melalui Disparbud dan UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin).

Selain itu, kegiatan ini juga menampilkan berbagai benda pusaka budaya Nusantara, mulai dari kuliner legendaris hingga benda-benda peninggalan bersejarah.

“Kami menghadirkan rangkaian acara yang bertujuan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang sejarah, budaya, dan kultur Nusantara. Edukasi ini disampaikan melalui benda pusaka hingga aneka ragam kuliner yang penuh dengan sejarah, budaya, dan identitas,” ujarnya.

Andreas mengatakan bahwa menyambut usia Kebun Raya Bogor yang ke-208 pada tahun 2025, tentunya destinasi wisata ini menyimpan banyak cerita sejarah dan peristiwa penting.

“Jadi, masyarakat yang datang ke sini tidak hanya menikmati udara segar dan belajar tentang keanekaragaman hayati, tetapi juga mengenal kebudayaan Nusantara,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pertumbuhan ekosistem ekono...
Nasional
Sidang perdana Bupati Pati ...
Daerah
Mengisi libur sekolah denga...

Target pengembangan florikultura

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Target pengembangan floriku...
Ekonomi
Edukasi literasi keuangan B...

Pasar Kangen Taman Budaya

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pasar Kangen Taman Budaya
Megapolitan
Program Wisata Gratis Ramai...
Ekonomi
Libur Sekolah, Masyarakat N...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Kegiatan MPLS Harus Bebas Perundungan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.