Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Negosiasi Selama Dua Tahun, Akhirnya Italia Setujui Produksi Wine Rendah Alkohol dan Bebas Alkohol

📅 Rabu, 25 Des 2024, 02:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Negosiasi Selama Dua Tahun, Akhirnya Italia Setujui Produksi Wine Rendah Alkohol dan Bebas Alkohol Doc: ANTARA/Xinhua/Guo Wendi
Ket. Foto yang diambil pada 5 Oktober 2023 ini menunjukkan gudang anggur pembuat anggur Italia Tenuta Perano di Gaiole in Chianti di Provinsi Siena di wilayah Tuscany Italia.

Roma - Pemerintah Italia telah memberikan lampu hijau bagi produsen-produsen minuman anggur (wine) di negara itu untuk memproduksi wine rendah alkohol dan bebas alkohol sembari tetap memakai kata "wine" pada labelnya.

Keputusan tersebut, yang disetujui pada Senin (23/12) oleh Kementerian Pertanian Italia, menandai berakhirnya proses yang telah berjalan selama dua tahun untuk melegalkan produksi di sektor yang berkembang pesat ini. Sebelumnya, regulasi Italia mewajibkan jus anggur yang difermentasi mengandung setidaknya 8,5 persen alkohol untuk bisa diberi label "wine".
Namun, tidak seperti negara-negara penghasil wine terkemuka lainnya, wine rendah alkohol dan bebas alkohol di Italia tidak akan memenuhi syarat untuk status "Wine dengan Denominasi Asal yang Dilindungi" (Protected Denomination of Origin/PDO). Pembatasan ini berlaku untuk kategori wine paling ikonis di Italia, seperti Chianti, Barolo, Brunello, Amarone, dan Prosecco. Pedoman PDO menetapkan serangkaian karakteristik penting dari wine-wine tersebut, termasuk kandungan alkohol minimum.

Wine rendah alkohol dan bebas alkohol pertama diperkirakan akan memasuki pasar Italia pada 2025

Langkah ini diharapkan dapat memperluas industri wine Italia yang kuat. Italia memproduksi 43,9 juta hektoliter wine tradisional pada tahun lalu.

Menurut data dari Factmr, pasar global untuk wine rendah alkohol dan bebas alkohol diperkirakan akan tumbuh lebih dari 10 persen setiap tahunnya selama satu dekade ke depan, meningkat dari 2,57 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.159) pada tahun ini ke angka 6,94 miliar dolar AS per 2034.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.