Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO akan Manfaatkan “AI” untuk Awasi Pengobatan Tradisional

📅 Kamis, 18 Des 2025, 12:02 WIB | Oleh:
WHO akan Manfaatkan “AI” untuk Awasi Pengobatan Tradisional Doc: AFP/ISHARA S KODIKARA
Ket. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

NEW DELHI - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (17/12) membuka konferensi besar tentang pengobatan tradisional untuk membahas soal teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan, dapat membawa pengawasan ilmiah terhadap praktik penyembuhan yang telah berusia berabad-abad.

Pertemuan di New Delhi, India, ini akan mengkaji bagaimana pemerintah dapat mengatur pengobatan tradisional sambil menggunakan alat-alat ilmiah terbaru untuk memvalidasi pengobatan yang aman dan efektif.

Badan PBB tersebut berharap upaya ini akan membantu membuat praktik-praktik leluhur lebih sesuai dengan sistem perawatan kesehatan modern.

"Pengobatan tradisional bukanlah sesuatu yang sudah ketinggalan zaman," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah video yang dirilis menjelang konferensi yang digelar selama tiga hari tersebut.

"Permintaan akan pengobatan tradisional semakin meningkat di berbagai negara, komunitas, dan budaya," imbuh dia.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam pesannya mengatakan bahwa KTT tersebut akan mengintensifkan upaya untuk memanfaatkan potensi pengobatan tradisional.

Modi adalah pendukung setia yoga dan praktik kesehatan tradisional, serta telah mendukung Pusat Global WHO untuk Pengobatan Tradisional, yang diluncurkan pada tahun 2022 di negara bagian asalnya, Gujarat.

Shyama Kuruvilla, kepala pusat tersebut mengatakan bahwa ketergantungan pada pengobatan tradisional adalah realitas global dan mencatat bahwa 40–90 persen populasi di 90 persen negara anggota WHO menggunakannya.

"Dengan separuh populasi dunia tidak memiliki akses ke layanan kesehatan penting, pengobatan tradisional seringkali menjadi perawatan terdekat atau satu-satunya yang tersedia bagi banyak orang," kata dia kepada AFP di New Delhi.

Definisi

Badan PBB tersebut mendefinisikan pengobatan tradisional sebagai akumulasi pengetahuan, keterampilan, dan praktik yang digunakan dari waktu ke waktu untuk menjaga kesehatan serta mencegah, mendiagnosis, dan mengobati penyakit fisik dan mental.

Namun banyak di antaranya tidak memiliki nilai ilmiah yang terbukti, sementara para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa permintaan akan produk-produk tertentu mendorong perdagangan satwa liar yang terancam punah, termasuk harimau, badak, dan trenggiling.

"Oleh karena itu, peran WHO adalah membantu negara-negara memastikan bahwa, seperti halnya obat-obatan lainnya, pengobatan tradisional aman, berdasarkan bukti, dan terintegrasi secara adil dalam sistem," ucap Kuruvilla.

Kuruvilla, yang belajar di London School of Hygiene and Tropical Medicine dan mengajar kebijakan kesehatan global di Boston University mengatakan bahwa 40 persen atau lebih dari pengobatan biomedis Barat, obat-obatan, berasal dari produk alami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.