Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin Agama Ukraina, Serukan Kedamaian untuk Perayaan Natal di Tengah Invasi

📅 Rabu, 25 Des 2024, 11:28 WIB | Oleh:
Pemimpin Agama Ukraina, Serukan Kedamaian untuk Perayaan Natal di Tengah Invasi Doc: wikimedia.org/Konstantin Brizhnichenko
Ket. Gereja Katolik Roma St. Nicholas, Kyiv

KYIV – Perayaan Natal di Ukraina tahun ini kembali berlangsung dalam situasi penuh tantangan akibat invasi Rusia. Di tengah serangan udara yang terus terjadi, rakyat Ukraina tetap menunjukkan semangatnya meski dihadapkan pada penderitaan yang mendalam.

Seperti tahun sebelumnya, di tengah perayaan Natal, ancaman rudal terus menghantui, merobohkan rumah, melumpuhkan infrastruktur, hingga  menghancurkan tempat suci. 
Ukraina berjuang di tengah duka, memanggil dunia untuk bersatu dan peduli. 

“Dalam situasi Natal, setiap pagi kami terbangun dengan suara sirene yang memaksa kami mencari perlindungan. Meski gereja kami rusak, keluarga kami hilang, doa dan harapan kami untuk perdamaian tidak pernah padam,” ujar Cyril Hovoru Pendeta dari Ukraina pada, kemarin. 

Hovoru sebagai Pendeta dan warga Kyiv yang mengikuti misa Natal di Katedral St. Nicholas menjelaskan bahwa gereja itu sempat rusak akibat reruntuhan rudal pada Desember lalu.

Reruntuhan kaca besar yang hancur dan gereja yang penuh dengan bekas tembakan. Meski demikian, jemaat tetap memadati gereja untuk mengikuti misa terakhir sebelum Natal.

“Selain masalah keamanan, suasana Natal di Ukraina harus dilalui dengan jemaat yang menghadapi masalah psikologis. Mereka membutuhkan bantuan psikologis, kecemasan dan kemarahan menghalangi warga Ukraina untuk merayakan hari Natal dengan ketenangan batin,” katanya. 

Hovoru juga menerangkan bahwa di Komyshuvakha pada Paskah tahun lalu. Gereja hancur akibat serangan rudal pada malam Paskah. 

Tidak hanya umat Kristen, komunitas Muslim di Ukraina juga mengalami nasib serupa. Pada September 2024, Pusat Kebudayaan Islam di Kyiv menjadi sasaran serangan Rusia yang merusak bangunan dan masjidnya.

“Serangan ini adalah pengingat bagi kami bahwa kejahatan perang tidak memandang agama atau keyakinan. Meskipun Vladimir Putin mengklaim melindungi agama, kenyataannya orang-orang beriman di Ukraina dibunuh, dilukai, mengalami trauma psikologis, dan tempat ibadah mereka dihancurkan.” ujar Refat Chubarov, Ketua Mejlis Rakyat Tatar Krimea, saat ditemui dalam kunjungannya di Jakarta. 

Meski menghadapi penderitaan yang mendalam, rakyat Ukraina tetap berpegang pada harapan.

“Kami membutuhkan kedamaian, bukan hanya untuk Natal tetapi untuk setiap hari sepanjang tahun,” kata Hovoru.

Para pemimpin agama di Ukraina menekankan bahwa perdamaian adalah kebutuhan yang mendesak bagi semua umat beragama di Ukraina. 

Natal tahun ini menjadi pengingat bagi dunia tentang keteguhan hati dan solidaritas di tengah kehancuran, serta harapan yang terus hidup meskipun di tengah kegelapan.

“Kami percaya, meskipun perang ini menguji iman kami, Tuhan tetap bersama kami,” ujar Hovoru. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.