Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Legislator: Pembangunan NCICD di Muara Angke baru 100 meter

📅 Senin, 23 Des 2024, 16:15 WIB | Oleh:
Legislator: Pembangunan NCICD di Muara Angke baru 100 meter Doc: ANTARA/Mario Sofia Nasution
Ket. Anggota DPRD DKI Jakarta Tri Waluyo (tengah) meninjau lokasi pembangunan NCICD di kawasan Muara Angke pada Senin (23/12).

Jakarta -- Anggota DPRD DKI Jakarta Tri Waluyo menyatakan pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan Muara Angke baru tercapai 100 meter dan itu pun masih berupa pondasi.

"Hari ini proses pembangunan ini juga tidak berjalan karena mereka libur," kata Anggota DPRD Daerah Pemilihan Jakarta Utara I Tri Waluyo saat meninjau lokasi pembangunan di kawasan Muara Angke Jakarta Utara, Senin.

Tri mengatakan berdasarkan keterangan pelaksana atau mandor proyek mereka terpaksa tidak bekerja karena masih dalam proses pematangan beton.

"Beton ini sudah di sini dan harus dimatangkan dulu selama sepekan ke depan, mereka juga libur bekerja," kata dia.

Tri menilai pemerintah daerah (pemda)  kurang serius melakukan pembangunan tanggul laut yang dibuat untuk mengatasi persoalan banjir rob.

Tri mengatakan soal pematangan beton merupakan hal teknis antara pengembang dengan penyedia beton tapi harusnya tidak mengganggu proses pembangunan.

"Kami akan meminta jadwal pembangunan ini akan selesai dan merekomendasikan agar Pemprov bisa serius untuk menjalankan proyek ini," kata dia.

Menurut dia rencana pembangunan NCICD sudah berjalan sejak lama dan mungkin mereka masih mengerjakan di tempat lain dulu seperti kawasan Pantai Muara, Pantai Indah Kapuk dan lainnya sehingga pengerjaan di Muara Angke belum maksimal.

"Kami berharap pembangunan ini dapat terealisasi segara agar tidak ada lagi warga yang jadi korban terdampak banjir rob," kata dia.

Di kawasan tersebut puluhan tiang beton tersusun rapi di bibir kali dan sejumlah pondasi di air sudah terpasang sepanjang 100 meter tapi progres pembangunan masih belum berlanjut.

Sebelumnya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyatakan pembangunan tanggul pantai bagian dari proyek NCICD Fase A molor dari target karena terkendala pengadaan barang jasa serta koordinasi  dengan nelayan.

"Awalnya, target NCICD Fase A, baik yang dilakukan Pemprov DKI maupun Kementerian PU, direncanakan selesai pada 2028," kata Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, tanggul tersebut bertujuan untuk mengatasi banjir rob di pesisir Jakarta dan kini diproyeksikan selesai pada 2030, mundur dari target sebelumnya yang direncanakan rampung pada 2028.

Proyek NCICD Fase A mencakup pembangunan tanggul sepanjang 39 kilometer. Rinciannya, 17,1 kilometer telah dibangun oleh Kementerian PU dan 8,5 kilometer oleh Pemprov DKI Jakarta.

Namun, masih terdapat 13,4 kilometer tanggul yang belum selesai. Lokasi yang belum terbangun ini mencakup area kritis seperti Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat, dan kawasan Sunda Kelapa, yang kerap terdampak rob.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.