Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Psikolog UI Ingatkan Menjadi Produktif Bisa Bantu Bertahan Hadapi Masalah

📅 Jumat, 20 Des 2024, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Psikolog UI Ingatkan Menjadi Produktif Bisa Bantu Bertahan Hadapi Masalah Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Dekan fakultas psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Bagus Takwin M.Hum dalam diskusi tentang kesehatan jiwa di Perpustakaan Nasional Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Jakarta- Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Bagus Takwin M.Hum mengatakan salah satu cara untuk bertahan di kala menghadapi masalah berat adalah menjadi lebih produktif untuk menutupi masalah.

"Saya melihat banyak yang kuat menjalani itu, semacam mengatasi masalah yang di hadapi dalam bentuk produktivitas tertentu, misal dia menerima kondisi itu dan melihat apa yang bisa dimanfaatkan dari kondisi itu," kata Bagus dalam diskusi mengenai kesehatan mental ibu di Perpustakaan Nasional Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan menjadikan masalah sebagai sumber penghasilan untuk bert
ahan hidup adalah salah satu bentuk penerimaan terhadap masalah yang dihadapi dan menyadari itu bagian dari hidupnya

Bagus mengatakan secara biologis perempuan bisa lebih tahan terhadap masalah hingga yang menyangkut masalah mental. Hal ini juga karena pengaruh sosial yang menuntut perempuan harus mengikuti aturan sehingga tidak bisa berdaya untuk tubuhnya sendiri.

Bagus mengatakan perempuan lebih bisa menjalani aktivitas meskipun sedang memikul beban berat dibandingkan pria dalam menghadapi masalah.

Salah satunya dengan bertahan agar tetap hidup dan memanfaatkan situasi untuk menutupi kekurangan. Dengan menjalani hobi yang ditekuni, Bagus mengatakan hal itu bisa menjadi uang yang bisa memenuhi kebutuhannya dalam menjalani masa sulit.

"Bisa bersosialisasi, bisa bantu teman mengatasi masalah, tapi tentu kondisi situasi perempuan di medan ranjau harus diperbaiki, yang dia harus ini harus itu, tapi justru situasi itu yang menguatkan perempuan," katanya.

Dalam menghadapi masalah mental, Bagus mengatakan perempuan harus didorong untuk lebih mau mengungkapkan perasaannya dan dibantu dengan memfasilitasi layanan psikologis.

Selain itu juga harus ada dukungan sosial bersama agar perempuan memiliki tempat untuk mengatasi persoalan.

"Malu, enggan mengungkapkan masalah yang dialami itu persoalan nggak hanya wanita, pria juga, tapi kalau perasaannya diisi terus dengan emosi lama-lama meledak, kita dorong untuk mencari teman mengungkapkan perasaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.