Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Luar Angkasa Tempat Ideal untuk Tumbuhkan Organ

📅 Kamis, 19 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Luar Angkasa Tempat Ideal untuk Tumbuhkan Organ Doc: NASA/AFP

Gravitasi merupakan tantangan bagi ilmuwan untuk mengembangkan organ buatan untuk digunakan dalam transplantasi. Luar angkasa dengan gravitasi mikro dianggap dapat membantu dalam menumbuhkan organ seperti hati.

1734536317_bbc062153cc8085ede77.jpg

Foto : Jack GUEZ / AFP

Para peneliti berpikir bahwa gravitasi mikro dapat membantu menumbuhkan organoid hati yang dapat digunakan dalam penelitian medis dan bahkan dalam operasi transplantasi pada suatu hari nanti. Pada kondisi ini, tarikan gravitasi sangat kecil sehingga benda dapat melayang dan benda berat dapat bergerak dengan mudah.

Untuk menguji penelitian tersebut hati mini akan terbang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Studi ini ini nantinya diharapkan menjawab apakah gravitasi mikro dapat mendorong pertumbuhan jaringan sehat dengan pasokan darah yang cukup.

Menurut para ilmuwan menumbuhkan hati di luar angkasa adalah upaya yang berpotensi mengarah pada pengembangan jaringan dan organ yang tumbuh di luar angkasa yang dipersonalisasi dimana organ yang dihasilkan nantinya akan digunakan dalam operasi transplantasi.

Dalam dua eksperimen mendatang, para peneliti berencana untuk menguji seberapa baik jaringan hati tumbuh dalam gravitasi mikro. Selain itu akan menguji coba teknologi baru yang dirancang untuk menjaga jaringan ini tetap hidup ketika perjalanannya kembali ke Bumi.

“Tujuan utama saya untuk jaringan ini, jika mereka melakukan apa yang kita bayangkan dan harapkan dapat mereka lakukan dengan bantuan gravitasi mikro, adalah menggunakan jaringan ini untuk terapi,” kata Dr Tammy Chang, seorang profesor bedah di University of California, San Francisco.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Jaringan dapat ditransplantasikan untuk mengobati berbagai penyakit dan gangguan fungsi hati,” imbuh Chang kepada Live Science.

Kondisi Buatan

Sementara itu menumbuhkan jaringan di cawan laboratorium di Bumi dapat menjadi tantangan. Masalahnya adalah gravitasi menarik sel agar bersentuhan dengan dasar piring atau cawan. Gravitasi juga menempatkan sel di bawah tekanan geser karena untuk menjaga sel tetap tersuspensi saat tumbuh, cawannya perlu diaduk.

Sedangkan di alam, organ muncul dalam embrio yang sedang berkembang saat mengapung dalam cairan ketuban di rahim atau dalam bantalan cairan yang disediakan oleh sel telur. Tantangan yang selalu ada dengan gravitasi ini telah mendorong para peneliti untuk mengembangkan bioreaktor berputar yang mensimulasikan lingkungan gravitasi rendah dengan berputar sangat cepat.

Hal tersebut memungkinkan jaringan dan organ mini atau organoid tumbuh dalam kondisi buatan, tetapi pembuluh yang berputar ini juga memberi tekanan pada jaringan terutama saat kelompok sel di dalamnya membesar.

Chang dan rekan-rekannya berpikir organoid mungkin tumbuh lebih baik dalam lingkungan mikrogravitasi berkualitas tinggi yang berkelanjutan seperti yang ditemukan di stasiun luar angkasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Tulus “Comeback” Lewat ...
Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.