Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akhir Tahun, Makanan Minuman Kembali Pacu Inflasi

📅 Senin, 05 Jan 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akhir Tahun, Makanan Minuman Kembali Pacu Inflasi Doc: ANTARA FOTO/ Henry Purba.
Ket. Ilustrasi - Pekerja memeriksa minuman kemasan yang dijual di minimarket di Sukabumi, Jawa Barat.

JAKARTA – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau secara historis menjadi penyumbang inflasi terbesar setiap bulan Desember.

Pola ini mencerminkan meningkatnya permintaan musiman dan faktor distribusi menjelang akhir tahun, sehingga menjadikan stabilisasi pasokan dan harga pangan sebagai kunci pengendalian inflasi periode tersebut.

Ia mengatakan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi bulanan sebesar 1,66 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen terhadap tingkat inflasi umum yang secara nasional tercatat sebesar 0,64 persen mtm pada Desember 2025.

"Pada 2025, komoditas cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, dan telur ayam ras menjadi komoditas utama penyebab inflasi Desember 2025," ucap Pudji di Jakarta, Senin (5/1).

Ia menuturkan cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi 0,17 persen, diikuti dengan daging ayam ras dengan andil 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen, ikan segar 0,04 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Selain kelompok makanan, komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi pada Desember 2025 adalah emas perhiasan dengan andil 0,07 persen, bensin sebesar 0,03 persen, dan tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen.

Sedangkan, komoditas yang mengalami deflasi adalah cabai merah dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

Pudji mengatakan seluruh komponen tercatat mengalami inflasi pada Desember 2025, dengan andil terbesar dari komponen harga bergejolak (volatile food).

"Inflasi Desember 2025 yang sebesar 0,64 persen utamanya didorong oleh inflasi komponen (harga) bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 2,74 persen dan komponen ini memberikan andil inflasi terbesar yaitu sebesar 0,45 persen," ujarnya.

Ia menyatakan komoditas yang dominan berkontribusi pada inflasi dalam kelompok komponen harga bergejolak adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil inflasi sebesar 0,12 persen dengan komoditas utama penyumbang inflasi adalah emas perhiasan dan minyak goreng.

Sedangkan, komponen harga diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga diatur pemerintah adalah bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota," kata Pudji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.