Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi IBM Ungkap 45% Konsumen Gunakan AI untuk Belanja Idulfitri

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 19:05 WIB | Oleh:
Studi IBM Ungkap 45% Konsumen Gunakan AI untuk Belanja Idulfitri Doc: IBM
Ket. Ilustrasi sektor ritel menjelang musim perayaan Hari Raya Idulfitri. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, studi global IBM & NRF menunjukkan 45% konsumen kini memanfaatkan AI untuk riset produk dan ulasan. Simak bagaimana pelaku ritel Indonesia dapat mengintegrasikan AI untuk meningkatkan pengalaman belanja luring dan daring.

JAKARTA – Menjelang Ramadan dan Idulfitri, studi global bersama National Retail Federation (NRF) menunjukkan bahwa toko fisik masih menjadi pilihan utama. Meskipun hampir tiga perempat konsumen (72%) tetap berbelanja secara luring, hampir separuhnya (45%) kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung perjalanan belanja mereka.

Konsumen menggunakan AI mulai dari riset produk, menafsirkan ulasan, hingga mencari promosi. Temuan ini menandai perubahan nyata pada ekspektasi konsumen, ketika perangkat digital semakin melengkapi pengalaman belanja di toko. Perubahan ini mencerminkan preferensi konsumen yang kian terintegrasi dalam memanfaatkan kanal ritel fisik maupun digital.

Meski banyak pembeli ingin mencoba produk secara langsung, mereka kini datang ke toko dengan tujuan yang lebih terarah. AI dimanfaatkan untuk melakukan riset produk (41%), menafsirkan ulasan (33%), serta mencari penawaran terbaik (31%).

Selain memengaruhi riset sebelum pembelian, teknologi juga mengubah standar ekspektasi terhadap pengalaman belanja menyeluruh. Sebanyak 35% responden masih menginginkan toko yang menarik secara visual dengan proses belanja tanpa antrean. Namun, solusi berbasis AI kini hampir sama pentingnya.

Satu dari tiga konsumen mencari super app yang mengintegrasikan belanja dengan berbagai layanan lain; 30% mengharapkan ekosistem rumah pintar dengan personal shopper berbasis AI serta pengiriman otonom; dan 29% menginginkan proses pembelian yang lebih mudah melalui platform sosial.

Tren ini sangat relevan bagi Indonesia. Berdasarkan data International Trade Administration, Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dengan kontribusi lebih dari 52% dari total volume bisnis daring ASEAN. Pada 2023, nilai pasar diperkirakan mencapai USD 52,93 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi  86,81 miliar dollar AS pada 2028. Data ini menegaskan peran platform digital yang semakin krusial dalam perjalanan belanja masyarakat.

“Industri ritel Indonesia telah memasuki fase transformatif yang penting. AI tidak lagi sekadar meningkatkan efisiensi, melainkan menjadi fondasi untuk membangun koneksi yang lebih mendalam, aman, dan cerdas dengan konsumen yang semakin digital. Pelaku ritel yang mengintegrasikan AI ke dalam strategi data dan pengalaman pelanggan akan menentukan era pertumbuhan berikutnya,” ujar Managing Director IBM Indonesia, Juvanus Tjandra, melalui siaran pers pada hari Selasa (24/2).

Sektor perdagangan berkontribusi sekitar 12,96% terhadap PDB Indonesia, menegaskan perannya sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional. Didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat serta populasi konsumen muda yang adaptif terhadap teknologi, sektor ritel Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia menawarkan pasar luas dan prospektif bagi pelaku industri ritel.

Cara Brand dan Pelaku Ritel Tetap Unggul Menghadapi Konsumen Berbasis AI

Seiring AI mengubah cara konsumen membuat keputusan, brand dan pelaku ritel perlu mengantisipasi perubahan dan merancang pengalaman yang lebih relevan dengan berfokus pada hal berikut:

Mendesain ulang perjalanan pelanggan: Identifikasi titik di mana konsumen memanfaatkan AI untuk riset dan membandingkan pilihan, serta pastikan setiap momen terhubung mulus hingga tahap pembelian.

Memanfaatkan agen untuk mengurangi ketidakpastian: Menempatkan pencarian promo dan interpretasi ulasan untuk memengaruhi keputusan konsumen, bukan sekadar menurunkan beban layanan.

Menjadikan kesiapan data sebagai prioritas: Dengan 54% eksekutif melaporkan tantangan lintas kanal, penyelarasan informasi produk dan uji menyeluruh end-to-end menjadi hal yang krusial.

Menonjolkan keunggulan brand: Memanfaatkan AI untuk meningkatkan relevansi sekaligus menjaga kreativitas serta keaslian identitas merek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.