Pagelaran Wayang Mempunyai Makna Filosofis yang Kuat
📅 Rabu, 18 Des 2024, 14:15 WIB | Oleh: Tim PenulisBanyak pelajaran yang dapat kita ambil dari pesan moral yang disampaikan dalam cerita pewayangan, mulai dari segi agama, kebersamaan, persatuan dan kerukunan sesama warga masyarakat,” ujar dia.
Untuk menghidupkan wayang kulit, Ferry mengatakan pihaknya kerap menggelar pentas wayang kulit di sejumlah daerah.
Hal ini untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap wayang kulit sehingga wayang kulit bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Beberapa kali saya menggelar pentas wayang kulit di sejumlah daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saya senang karena animo masyarakat masih sangat besar.
Mereka menonton dari berbagai pelosok desa, sehingga menumbuhkan perputaran perekonomian di daerah,” katanya.
Seperti diketahui, pada tahun 2003 wayang kulit ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pertama Indonesia dalam kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau orang barat saja mengakui wayang kulit sebagai budaya Indonesia, sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan,’’ katanya.
Wayang kulit menggunakan bentuk karakter mitologi yang biasanya dibuat kulit kerbau atau sapi yang dikeringkan.
Wayang kulit bercerita soal pesan dari kepercayaan dan budaya mengenai budi pekerti luhur, atau kritik sosial. (Adv)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!