Pagelaran Wayang Mempunyai Makna Filosofis yang Kuat
📅 Rabu, 18 Des 2024, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa

BANJARNEGARA - Wayang kulit merupakan kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia yang mencintai kesenian.
Setiap pagelaran wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat.
Apalagi dari segi isi, cerita pewayangan selalu mengajarkan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati, sambil terkadang diselipkan kritik sosial dan peran lucu lewat adegan goro-goro.
Demikian juga, pagelaran wayang kulit merupakan sarana efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui sebuah pagelaran wayang kulit, ki dalang maupun pejabat yang memangku pemerintahan, bisa menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.
Pesan tersebut, tidak hanya sejarah dunia pewayangan atau pelajaran budi pekerti, namun media hiburan warisan leluhur itu kini bisa dijadikan sebagai ajang untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada rakyatnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono mengajak masyarakat untuk tetap nguri-uri budaya jawi, seperti pagelaran wayang kulit yang sekarang ini digelar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak dahulu pagelaran wayang menjadi sarana untuk pesan atau dakwah kepada masyarakat.
Bahkan, Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu Wali Songo juga mempergunakan media wayang untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Menurutnya, pentas wayang kulit merupakan hiburan yang murah meriah bagi masyarakat.
Selain itu, pagelaran wayang dengan berbagai lakon (cerita) memiliki banyak pelajaran positif yang dikandungnya, seperti pelajaran tentang budi pekerti, keteladan, kepemimpinan, kerja sama hingga strategi berperang.
Menurutnya, wayang kulit merupakan warisan leluhur yang setiap ceritanya mempunyai arti penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Nguri-uri budaya Jawa adalah tangung jawab bersama, salah satunya dengan melestarikan pagelaran wayang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!