Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati! Konsumsi Paracetamol secara Rutin pada Lansia Ternyata Bisa Sebabkan Komplikasi

📅 Selasa, 17 Des 2024, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati! Konsumsi Paracetamol secara Rutin pada Lansia Ternyata Bisa Sebabkan Komplikasi Doc: ANTARA/Pexels

JAKARTA - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan rutin obat pereda nyeri yang umum ini pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi gastrointestinal, jantung, dan ginjal.

Sebagaimana dilansir dari Medical Daily pada Senin (16/12), paracetamol atau yang dikenal sebagai asetaminofen pada umumnya digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat atau dikombinasikan dengan bahan lain dalam obat untuk alergi, pilek, dan flu.

Walaupun sering dikonsumsi karena mudah didapat dan tak perlu banyak pertimbangan, mengonsumsi lebih dari empat gram asetaminofen dalam satu hari tidak aman bagi tubuh.

Akan sulit untuk melacak total jumlah asetaminofen yang terkandung dalam beberapa makanan yang dikonsumsi.

Dalam studi yang dipublikasikan di Arthritis Care and Research, telah diteliti efek kesehatan jangka panjang dari penggunaan paracetamol untuk mengelola nyeri kronis yang terkait dengan osteoartritis.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan obat pereda nyeri umum ini secara rutin dapat dikaitkan dengan beberapa komplikasi serius, seperti tukak lambung, gagal jantung, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis.

"Karena dianggap aman, parasetamol telah lama direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk osteoartritis oleh banyak pedoman pengobatan, terutama pada orang lanjut usia yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi terkait obat," kata peneliti Profesor Weiya Zhang.

Para peneliti menganalisis catatan kesehatan lebih dari 180.000 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang telah berulang kali diberi resep paracetamol, didefinisikan sebagai dua resep atau lebih dalam jangka waktu enam bulan. Hasil kesehatan kelompok ini kemudian dibandingkan dengan sekitar 400.000 orang dewasa pada usia yang sama yang tidak pernah menerima resep parasetamol berulang.

Studi tersebut menemukan bahwa penggunaan parasetamol secara berulang meningkatkan risiko pendarahan tukak lambung hingga 24 persen, tukak lambung tanpa komplikasi hingga 20 persen, pendarahan saluran cerna bagian bawah hingga 36 persen, gagal jantung hingga sembilan persen, hipertensi hingga tujuh persen dan penyakit ginjal kronis hingga 19 persen.

"Meskipun penelitian lebih lanjut kini diperlukan untuk mengonfirmasi temuan kami, mengingat efek pereda nyerinya yang minimal, penggunaan paracetamol sebagai pereda nyeri lini pertama untuk kondisi jangka panjang seperti osteoartritis pada orang lanjut usia perlu dipertimbangkan secara cermat," ujar Profesor Zhang. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.