Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cabai, Buah Beri yang Menaklukkan Dunia

📅 Selasa, 17 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Cabai,  Buah Beri yang  Menaklukkan Dunia Doc: afp/ AIZAR RALDES

Cabai diketahui telah dibudidayakan di Amerika tengah dan selatan sejak ribuan tahun lalu. Ketika penjajah Eropa datang, buah ini menyebar ke seluruh dunia kemudian diintegrasikan ke dalam tradisi kuliner di seluruh dunia.

Dari mana asal mulai cabai? Cabai dibudidayakan di Amerika tengah dan selatan ribuan tahun lalu. Ketika penjajah Eropa datang, buah ini menyebar ke seluruh dunia kemudian diintegrasikan ke dalam tradisi kuliner di seluruh dunia.

Sensasi rasa membakar yang dimiliki cabai banyak disukai oleh masyarakat di belahan dunia ketika diperkenalkan. Masyarakat dunia khususnya Asia hampir selalu menggunakan bahan ini dalam masakan mereka sehari-hari.

1734364136_3fe322659995bcdba234.jpg

Foto :  MARK RALSTON / AFP

Cabai (Capsicum) adalah sekelompok tanaman berbunga dari famili Solanaceae. Sebelum bangsa Eropa menjelajahi dunia baru atau Amerika, mereka sama sekali belum mengenal buah ini. Pasalnya cabai ternyata berasal dari Amerika, tepatnya sebuah kawasan yang sekarang disebut Peru, Bolivia, dan Meksiko tengah.

Juan Sebastián Gómez-García pada laman The Collector menuturkan bahwa orang Amerika dulu menggunakan buah ini untuk membumbui makanan adat tradisional. Setelah 500 tahun sejak penaklukan, buah beri yang sederhana ini telah menyebar ke seluruh dunia. Ditanam di berbagai wilayah negara dengan kondisi tanah iklim yang berbeda tanaman ini menciptakan varietas baru.

Temuan arkeologis di Amerika menunjukkan bahwa biji cabai dikaitkan dengan peralatan memasak, perang, dan ritual, serta menunjukkan bahwa buah beri tersebut telah dipergunakan sebagai rempah-rempah oleh peradaban dan masyarakat pra-Columbus 7.500 tahun yang lalu dimana era ini  sejalan dengan dimulainya sistem pertanian.

Kemungkinan besar, cabai digunakan dalam masakan karena kemampuannya mengawetkan makanan dalam jangka waktu lama. Bijinya disebarkan oleh berbagai spesies burung ke utara dan selatan Amerika, sehingga memungkinkan terjadinya evolusi berbagai varietas.

Nama ilmiah capsicum sendiri berasal dari kata Yunani kapsimo yang berarti “membakar.” Nama asli chili berasal dari bahasa Nahuatl, sedangkan pepper (pimiento) diyakini telah digunakan oleh para penakluk pertama, karena mereka menganggap rasa pedas khas buah beri tersebut mirip dengan lada hitam yang sudah dikenal.

Saat ini berbagai jenis cabai hasil domestikasi mendominasi sebagian besar kuliner dunia. Spesies yang dibudidayakan meliputi capsicum annuum (jalapeños, cabai rawit, paprika), capsicum frutescens (tabasco, malagueta, piri piri), capsicum chinense (naga dan habanero), capsicum pubescens (paprika rocoto), dan capsicum baccatum (paprika aji).

Buah beri ini telah menjadi salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia, berfungsi sebagai rempah-rempah penting untuk gastronomi dan budaya berbagai negara karena menambahkan rasa yang unik dan sensasi pedas pada makanan dalam masakan Tiongkok, Meksiko, Thailand, dan India.

Mengkonsumsi cabai telah ditemukan memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko diabetes tipe 2, mencegah alergi, dan mengurangi risiko kanker. Cabai juga kaya akan vitamin A, C, dan E serta mengandung kapsantin, antioksidan kuat yang melawan kanker yang memberi warna merah khas pada cabai.

Capsaicin dan senyawa kimia terkait lainnya adalah yang menciptakan rasa pedas pada cabai. Rasa dan sensasi khas pedas atau panas timbul dalam tubuh saat ditelan atau dioleskan. Baik spesies cabai maupun lingkungan tempat tumbuhnya, mempengaruhi rasa pedasnya; cabai yang tumbuh di lingkungan dengan ketersediaan air rendah adalah yang paling pedas, misalnya cabai habanero.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Couch Herdman Ajak Tim Teta...
Daerah
Bediding Bukan Fenomena Cua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.