Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebih dari Setengah Penurunan Pertumbuhan Global akibat Melemahnya Produktivitas

📅 Jumat, 13 Des 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tingginya inflasi beberapa tahun terakhirtidak lepas dari kegagalan kebijakan moneter dalam menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan. Di sisi lain, subsidi besar-besaran dan dan stimulus ekonomi menyebabkan pembengkakan utang pemerintah di banyak negara.

Bagi negara-negara berkembang, dampaknya saat ini adalah jatuh tempo pembayaran utang. “Situasi ini diperparah oleh rendahnya produktivitas global, dan rendahnya investasinya di pendidikan dan ketenagakerjaan,”papar Badiul.

Dihubungi secara terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan ekonomi tahun 2025 diperkirakan akan mengalami perlambatan, akibat persoalan geopolitik yang belum jelas kapan akan berakhir dan meningkatnya eskalasi konflik di timur tengah.

Selain itu, kebijakan ekonomi dan politik di AS di bawah Presiden Trump ikut menyumbang ketidakpastian dan peningkatan risiko global. “Diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia menurun, suku bunga pasar uang di AS meningkat sehingga potensi capital outflow meningkat karena tren penguatan dollar AS pada 2025.

Sementara itu, ekonom Celios, Nailul Huda, mengatakan hal yang paling penting adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia sehingga bisa menghasilkan barang dengan nilai tambah tinggi, terutama dari sektor teknologi.

“Beberapa tahun ke depan, sektor teknologi bisa menjadi game changer. Produktivitas masih memegang peranan penting, namun kualitas akan menjadi tujuan utama negara-negara maju,” katanya.

Kualitas sumber daya manusia (SDM) itu jangan hanya dari pendidikan, namun juga dari sisi psikologisnya seperti kondisi tempat kerja hingga mental dari SDM-nya sendiri.

Dari Yogyakarta, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan Indonesia dapat keluar dari tekanan tersebut dengan langkah strategis yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan produktivitas nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.