Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih dari Setengah Penurunan Pertumbuhan Global akibat Melemahnya Produktivitas

📅 Jumat, 13 Des 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lebih dari Setengah Penurunan Pertumbuhan Global akibat Melemahnya Produktivitas Doc: antara
Ket. Dana Moneter Internasional / International Monetary Fund (IMF)

JAKARTA– Dana Moneter Internasional (IMF) melalui Direktur Pelaksananya, Kristalina Georgieva, menyampaikan peringatan mengenai kondisi ekonomi global yang diperkirakan tumbuh rendah pada tahun depan.

Hal itu dipicu beban ekonomi yang ditanggung negara-negara di dunia saat menangani masa krisis pandemi Covid-19 hingga konflik atau peperangan di berbagai belahan dunia yang tak kunjung berakhir.

Berbagai faktor itu mengakibatkan tekanan inflasi tinggi beberapa tahun terakhir, fragmentasi perdagangan global, hingga besarnya risiko resesi.“Masalah utama yang dihadapi ekonomi global pada 2025 adalah pertumbuhan yang rendah,”kata Georgieva seperti dikutip dari akun Instagram-nya, Rabu (11/12).

Ia mengakui berbagai negara dunia sudah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk menangani masalah tersebut, dan terbukti berhasil membuat ekonomi global menunjukkan ketahanan yang tinggi saat ini.

Namun, efek dari penanganan berbagai masalah itu menyebabkan tekankan beban utang global saat ini terus meningkat saat melambatnya pertumbuhan ekonomi,diperburuk dengan tren semakin rendahnya produktivitas dunia.

“Lebih dari setengah penurunan pertumbuhan global dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh melemahnya produktivitas,” kata Georgieva.

Kunci menghadapi perlambatan ekonomi dan tingginya tekanan utang, jelasnya, adalah semua pihak harus benar-benar fokus untuk penciptaan lapangan kerja ataupun kewirausahaan, serta investasi pada para pekerja.

Selain itu, reformasi seperti mengurangi rantai birokrasi, mengurangi hambatan kompetisi, dan mempercepat digitalisasi hanyalah beberapa cara untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan keterampilan, dan mempercepat transformasi ekonomi.

Georgieva mengingatkan permasalahan produktivitas yang harus diselesaikan dengan kewirausahaan maupun investasi pada pekerja tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah atau pembuat kebijakan, sektor swasta juga wajib mengambil peran bila tak mau ekonomi terus menunju tren perlambatan.

“Pembuat kebijakan tidak bisa melakukannya sendirian. Sektor swasta memiliki peran penting, yaitu menyediakan modal dan inovasi. Pada 2025, mari kita tingkatkan ambisi kita untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik, penciptaan lapangan kerja yang lebih baik, dan lebih banyak peluang bagi masyarakat di seluruh dunia,” paparnya.

IMF juga memperkirakan pertumbuhan global menjadi 3,2 persen pada 2025, lebih rendah sepersepuluh poin dari perkiraan pada bulan Juli. Sementara pertumbuhan jangka menengah diperkirakan akan merosot menjadi 3,1 persen dalam lima tahun ke depan, jauh di bawah tren sebelum pandemi.

Rantai Pasok Terhambat

Pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi, mengatakan kondisi ekonomi saat ini memang tidak lepas dari kombinasi krisis karena pandemi, geopolitik global yang tidak berkesudahan dan fragmentasi perdagangan global.

“Hal ini berdampak pada ketidakpastian dan hambatan pada rantai pasok lintas negaranya,” kata Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Jepang Tuntaskan Tahap Akhi...

Sudah Tepat Langkah PSIM Kirim Reva Adi  ke Borneo

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Sudah Tepat Langkah PSIM Ki...

Hamas Harus Secepatnya Dilucuti

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Hamas Harus Secepatnya Dilu...

PSS Sleman Pede Menyambut Liga Super 2026/2027

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Pede Menyambut L...
Olahraga
Gagal di Ganda Putri, Kini ...

Kebutuhan Global Akan Emas Tengah Merangkak Naik

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Kebutuhan Global Akan Emas ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.