Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Bersama 127 Negara Soroti Dampak dan Ancaman Krisis Iklim pada Laut di COP29

📅 Selasa, 10 Des 2024, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Bersama 127 Negara Soroti Dampak dan Ancaman Krisis Iklim pada Laut di COP29 Doc: antara foto
Ket. Rapat Koordinasi Perkembangan Isu Ocean-Climate Pasca COP 29 UNFCCC 2024.

JAKARTA - Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Yusuf mengungkapkan Indonesia bersama 127 negara peserta COP29 mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti ancaman krisis iklim terhadap lautan dan ekosistem di dalamnya.

“Indonesia bersama 127 negara Friends of the Ocean and Climate mengeluarkan joint statement atau pernyataan bersama yang menyoroti dampak signifikan krisis iklim terhadap lautan dan ekosistemnya,” kata Yusuf dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Isu Ocean-Climate Pasca COP 29 UNFCCC 2024 yang dipantau daring di Jakarta, Selasa (10/12).

Ia menjelaskan pernyataan bersama tersebut menekankan beberapa hal di antaranya pentingnya tindakan mitigasi dan adaptasi berbasis laut, dialog laut dan perubahan iklim sebagai langkah strategis untuk perlindungan ekosistem, pentingnya pendanaan untuk aksi iklim berbasis laut.

Kemudian, negara-negara peserta juga menyatakan pengakuan terhadap peran masyarakat adat, komunitas lokal, perempuan, dan generasi muda sebagai elemen kunci dalam perencanaan dan implementasi aksi iklim berbasis laut.

“Jadi kalau kita lihat, hal yang diangkat oleh negara-negara lain ini, Indonesia sudah melakukan semua,” kata Yusuf.

Forum internasional yang berlangsung di Baku, Azerbaijan itu juga menegaskan pengakuan tentang pentingnya upaya konservasi perlindungan dan restorasi ekosistem alami, termasuk laut sebagai komponen mitigasi dan adaptasi.

Pada sesi Side Event Ocean-Climate Dialogue, ujar Yusuf, disampaikan hasil informal Summary Report Ocean Climate Dialogue 2024 yang menekankan pentingnya konservasi keanekaragaman laut, solusi berbasis alam, pendanaan ambisius, dan integrasi aksi berbasis laut ke dalam Nationally Determined Contribution dan Rencana Aksi Nasional.

"Upaya Indonesia mengintegrasi aksi iklim berbasis laut dalam NDC melalui karbon biru dari padang lamun mendapat apresiasi dari peserta side event," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.