Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Sampit Evakuasi Anak Orang Utan Temuan Warga

📅 Minggu, 08 Des 2024, 22:55 WIB | Oleh:
BKSDA Sampit Evakuasi Anak Orang Utan Temuan Warga Doc: Antara

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengevakuasi anak orang utan terlantar yang ditemukan warga Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.

1733671844_506a15afda2e722a4b69.jpg

“Evakuasi ini bermula dari laporan warga yang ingin menyerahkan satu individu orang utan, karena warga tersebut menyadari orang utan termasuk satwa yang dilindungi Undang-Undang,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Minggu.

Muriansyah menyampaikan pada (Jumat 6/12) pihaknya menerima laporan dari warga Desa Baung bernama Hartono tentang pemeliharaan satu individu anak orang utan. Laporan itu disertai foto dan video kondisi anak orang utan yang dikurung dalam kandang kayu.

Pihaknya pun segera berkoordinasi dengan BKSDA Kalteng Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun untuk proses evakuasi.

Kemudian, Sabtu (8/12) Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) dari SKW II Pangkalan Bun bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) bertolak bersama-sama BKSDA Resort Sampit untuk menjemput anak orang utan itu.

Ketika tiba di lokasi, Tim dibantu dokter hewan yang turut serta dalam evakuasi melakukan pemeriksaan kesehatan secara manual atau tanpa bius terhadap anak orang utan itu yang diketahui berjenis kelamin betina dengan bobot 8 kilogram dan perkiraan usia 5 tahun.

“Saat dilakukan pemeriksaan orang utan nampak agresif dan sehat, namun ditemukan bekas luka yang sudah lama dan mengering di bagian pinggang diduga kuat bekas ikatan tali, selain itu tidak ditemukan peluru senapan angin di tubuhnya,” bebernya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, anak orang utan itu langsung dimasukkan ke kandang angkut untuk dibawa langsung menuju Kantor BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun dan tim telah tiba Sabtu (7/12) malam sekitar pukul 20:21 WIB.

Dalam evakuasi itu, BKSDA Resort Sampit melakukan prosedur serah terima satwa dengan warga yang bersangkutan sekaligus menelusuri awal mula satwa itu bisa sampai ke tangan warga.

Berdasarkan keterangan warga yang merawat, Saroso menceritakan bahwa satwa itu ditemukan di sebatang pohon kecil yang berada di kawasan rawa di belakang Desa Baung pada Minggu (1/12) lalu.

Mengira ada induk orang utan di sekitar wilayah itu Saroso membiarkan anak orang utan tersebut di pohon. Namun keesokan harinya, Senin (2/12) Saroso melihat anak orang utan itu masih berada di lokasi tersebut.

“Merasa khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka Saroso dan temannya menangkap anak orang utan itu menggunakan tangguk (alat tangkap) ikan,” lanjut Muriansyah.

Anak orang utan itu dibawa pulang oleh Saroso yang juga membuatkan kandang dari kayu dan memberikan makan berupa buah-buahan, seperti semangka, pepaya dan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.