Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wakil Rektor UPI Sebut Reformasi Kurikulum untuk Atasi Masalah Produktivitas

📅 Jumat, 06 Des 2024, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wakil Rektor UPI Sebut Reformasi Kurikulum untuk Atasi Masalah Produktivitas Doc: ANTARA/Henry Purba
Ket. Pencari kerja mencari informasi lowongan kerja saat bursa kerja di Gedung Juang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024).

JAKARTA - Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Didi Sukyadi menyatakan bahwa reformasi kurikulum pendidikan tinggi dan kejuruan diperlukan untuk mengatasi masalah produktivitas tenaga kerja di Indonesia.

Ia menuturkan bahwa menurut Bank Dunia (World Bank), tingkat pertumbuhan produktivitas tenaga kerja Indonesia pada periode 2011-2021 hanya sekitar 3,7 persen per tahun, jauh tertinggal dari peer countries, seperti Vietnam (5 persen) dan China (7,5 persen).

“Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan produktivitas di Indonesia. Reformasi kurikulum merupakan langkah krusial menjembatani kesenjangan antara program pendidikan dengan masyarakat dan kebutuhan pasar tenaga kerja,” ujarnya dalam acara “Indonesia Development Talks 18: Future of Work and Youth Employability” di Bandung, Jumat.

Dalam acara yang dipantau secara daring dari Jakarta tersebut, Didi mengatakan bahwa perguruan tinggi harus secara proaktif menyelaraskan kurikulum mereka dengan permintaan pasar tenaga kerja yang kini banyak membutuhkan keterampilan di bidang digital serta science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Selain pendidikan tinggi, ia menyampaikan bahwa reformasi kurikulum juga perlu dilakukan pada pendidikan kejuruan, mengingat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan program diploma masih menghadapi tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan dari tingkat pendidikan lainnya.

“Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara program kejuruan di SMK atau institusi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang,” ucapnya.

Dia menuturkan bahwa intervensi dan transformasi yang efektif dalam dunia pendidikan tinggi dapat memberikan dampak ekonomi yang besar karena menyelaraskan hasil pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa upaya tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tahunan sebesar 1,5 poin persentase pada 2030.

Selain itu, reformasi yang terarah dapat mengurangi tingkat pengangguran dari 5,4 persen menjadi 3 persen pada 2040 serta meningkatkan rata-rata output pekerja pada 2045 menjadi 40 ribu dolar AS (Rp633,92 juta, kurs pada 6/12 = Rp15.848).

Ia pun mengingatkan bahwa upaya untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja tersebut juga harus berfokus pada inklusif berbagai kelompok marjinal.

“Termasuk perempuan, masyarakat pedesaan, dan penyandang disabilitas, mereka harus diberdayakan melalui inisiatif pendidikan yang terarah, misalnya meningkatkan partisipasi perempuan di bidang STEM,” imbuh Didi Sukyadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Cetar Sejarah Baru: Keiko F...
Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.