Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia-Korea Selatan Kerja Sama dalam Infrastruktur Berkelanjutan

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 01:08 WIB | Oleh:
Indonesia-Korea Selatan Kerja Sama dalam Infrastruktur Berkelanjutan Doc: ANTARA/HO-Bappenas
Ket. Kementerian PPN/Bappenas dan Korean Energy Agency menandatangani kerja sama pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Jakarta, Selasa (22/4).

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Korean Energy Agency bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Kolaborasi ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman pada bidang transisi energi dan transformasi digital

"Peresmian MoU (memorandum of understanding) ini adalah langkah awal strategis untuk membangun sinergi dan sekaligus melanjutkan upaya yang telah berjalan sebelumnya dalam membangun konvergensi transisi energi listrik dan transformasi digital, dua pilar sentral dalam agenda pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," ungkap Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris di Jakarta, Rabu (23/4).

Seperti dikutip dari Antara, penandatanganan MoU ini juga menjadi tonggak penting memperkuat sinergi pembangunan Indonesia dan Republik Korea, sejalan dengan prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Abdul mengharapkan kerja sama dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan dapat mendorong efisiensi, produktivitas, serta menciptakan nilai tambah di sektor-sektor produktif seperti pertanian dan pariwisata.

Sesuai RPJPN dan RPJMN, pemerintah disebut telah menetapkan swasembada energi, pangan, dan air sebagai prioritas nasional. Infrastruktur ketenagalistrikan maupun teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi fondasi untuk mencapai target tersebut, sekaligus mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Ia turut menekankan urgensi kemitraan lintas sektor dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan yang memerlukan keterpaduan dan kolaborasi antar pihak dari aspek teknologi, sosial, pembiayaan, hingga kelembagaan.

Bappenas mengharapkan pula kerja sama ini menjadi katalisator lahirnya solusi inovatif dalam perencanaan kebijakan, pengembangan kapasitas, dan penerapan teknologi ramah lingkungan berbasis digital.

Perkuat Kemitraan

Sebelumnya di Bali, Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) menandatangani Project Implementation Arrangement for the Bali E-mobility Project sebagai langkah memformalkan struktur tata kelola proyek yang telah disepakati dan implementasi proyek yang lebih rinci.

GGGI disebut mendukung pemerintah Indonesia melalui proyek Piloting Electric Vehicle Systems and Developing a Green Transportation Investment Roadmap for Bali (Bali E-mobility Project) dengan pendanaan dari Republik Korea.

Inisiatif ini dinilai sebagai langkah maju dalam perjalanan Indonesia untuk mencapai target nol karbon pada 2050, dan juga akan berkontribusi dalam menempatkan Bali sebagai pemimpin global dalam bidang ekowisata.

Proyek e-mobility Bali terdiri dari Kementerian PPN/Bappenas sebagai Executing Agency, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai Implementing Agency, serta pemerintah provinsi Bali sebagai penerima manfaat dari Indonesia.

“Kami berharap dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi di Bali dan menunjukkan kelayakan bus listrik untuk transportasi umum di berbagai kota lain. Kami percaya Bali menjadi panutan untuk transisi ke transportasi berkelanjutan secara nasional melalui proyek kendaraan listrik yang bankable atau yang dapat menarik investasi,” ucap Country Representative GGGI Indonesia Rowan Fraser beberapa hari lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.