Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Volume Otaknya Lebih Besar dari Manusia Modern

📅 Jumat, 06 Des 2024, 06:15 WIB | Oleh:
Volume Otaknya Lebih Besar dari Manusia Modern Doc: STEPHANE DE SAKUTIN / AFP

Dalam publikasi di jurnal Nature Communication, dua peneliti utama Profesor Christopher J Bae dari Universitas Hawaii dan Xiujie Wu dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, keduanya menyoroti keragaman populasi manusia purba di Asia timur setelah ditemukannya spesies baru Homo juluensis.

1733413818_e2ebc63904586aeae634.jpg

Foto : Jason Heaton and Ronald Clarke

Volume otak individu Homo juluensis disebut cukup besar. Dalam beberapa kasus mencapai 1.700-1.800 sentimeter kubik, sedangkan rata-rata volume otak manusia modern sekitar 1.200 sentimeter kubik, seperti dilansir Correio Braziliense.

Meskipun tengkorak mereka lebih besar, patut dipertanyakan apakah Homo juluensis lebih cerdas dibandingkan manusia modern. Profesor Christopher J Bae mengungkapkan bahwa otak Homo juluensis yang lebih besar tidak selalu berarti mereka lebih pintar, dan memperingatkan bahwa perbedaan ukuran tidak selalu menunjukkan kecerdasan yang lebih besar.

Para peneliti juga sangat tertarik dengan ukuran gigi Homo juluensis yang secara signifikan melebihi gigi Neanderthal dan Homo sapiens. Hal ini menunjukkan adanya adaptasi yang unik. Hal ini mengarahkan tim untuk membandingkan karakteristik giginya dengan Denisova, kelompok misterius manusia purba yang diketahui terutama melalui bukti DNA dan beberapa sisa fisik.

“Molar dari Xujiayao pada spesimen tipe kami juga cukup besar,” ungkap Bae. “Salah satu hal yang selalu menonjol dari gigi geraham Denisova adalah ukurannya yang cukup besar,” imbuh dia.

Kemiripan itu membuat keduanya mengusulkan hubungan antara Homo juluensis dan Denisovans terutama didasarkan pada kesamaan karakteristik gigi, khususnya ukuran geraham dan permukaan gigitan. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hubungan antara Homo juluensis dan Denisovan.

“Temuan di Asia timur membuat kita menyadari betapa rumitnya evolusi manusia dalam pengertian yang lebih luas dan benar-benar memaksa kita untuk merevisi dan memikirkan kembali penafsiran kita terhadap berbagai model evolusi agar lebih sesuai dengan catatan fosil yang terus berkembang,” kata Bae.

Homo juluensis mampu melakukan hal-hal luar biasa. Mereka telah mampu memproduksi perkakas batu, yang menunjukkan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan memiliki hubungan sosial yang kompleks.

Manusia purba ini kemungkinan mengolah kulit binatang untuk dijadikan pakaian, mungkin untuk perlindungan terhadap dingin, dan bertahan hidup dengan berburu binatang. Mereka berburu kuda liar dalam kelompok kecil, memanfaatkan seluruh bagian hewan untuk makanannya, termasuk daging, sumsum, tulang, dan kulit.

“Mereka mungkin berburu secara berkelompok mengepung dan menyerang makhluk-makhluk seperti kuda,” kata Bae. “Kehidupan di Tiongkok bagian utara tidaklah mudah; apalagi di musim dingin, suhunya sangat dingin. Mereka mengolah kulit hewan buruan dengan peralatan batu,” imbuh dia.

Studi ini juga menunjukkan bahwa Homo juluensis terorganisasi menjadi kelompok dan komunitas kecil yang independen. Para peneliti memperkirakan mereka membentuk komunitas berburu kecil, yang mungkin berkontribusi terhadap kerentanan mereka karena hidup dalam kelompok kecil dan ukuran populasi.  hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.