Kenali Gejala Ginekomastia, IDI Kota Purbalingga Berikan Informasi Pengobatan yang Tepat
📅 Rabu, 04 Des 2024, 10:52 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: iStockphoto/Nadzeya Haroshka
Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satu yang sering terjadi pada pria adalah Ginekomastia. kondisi pembesaran jaringan payudara pada pria yang bersifat jinak (nonkanker). Kondisi ini dapat terjadi pada pria dari segala usia, tetapi paling sering terjadi pada masa pubertas, bayi baru lahir, dan orang dewasa yang sudah tua.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Purbalingga idikotapurbalingga.org saat ini telah meneliti terkait gangguan kesehatan ginekomastia yang terjadi pada pria. Penyebab utama terjadinya ginekomastia serta pengobatan yang tepat bagi penderitanya.
IDI Kota Purbalingga adalah organisasi profesi yang berfungsi untuk menaungi dan mengembangkan profesi dokter di wilayah Purbalingga, Jawa Tengah.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Purbalingga saat ini adalah dr. Ujang Yanyan Mulyana, MM. Dalam perannya, ia aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan kesehatan di daerah tersebut.
Apa saja penyebab terjadinya gejala Ginekomastia pada pria?
Sebaiknya Anda baca juga:
IDI Kota Purbalingga menjelaskan bahwa Ginekomastia adalah kondisi pembesaran abnormal jaringan payudara pada pria, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, terutama peningkatan estrogen atau penurunan testosteron. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya ginekomastia meliputi:
1. Ketidakseimbangan hormon
Ginekomastia sering terjadi akibat ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan testosteron dalam tubuh pria. Kadar estrogen yang lebih tinggi dibandingkan testosteron dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Perubahan hormonal fisiologis
Pada remaja, perubahan hormonal selama pubertas dapat menyebabkan ginekomastia sementara, yang biasanya akan membaik dalam waktu 1-3 tahun. Selain itu, pria yang lebih tua mengalami penurunan produksi testosteron dan peningkatan hormon pengikat seks (SHBG), yang dapat menyebabkan peningkatan rasio estrogen terhadap testosteron
3. Obesitas dan kondisi medis tertentu
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh dan mengurangi produksi testosteron, sehingga berkontribusi terhadap pembesaran payudara. Selain itu, penderita penyakit hati, penyakit ginjal, hipogonadisme (produksi hormon testosteron rendah), dan gangguan tiroid juga dapat memicu ginekomastia. Tumor pada testis atau kelenjar pituitari yang memproduksi hormon HCG juga dapat berkontribusi
Apa saja obat untuk mengatasi gejala Ginekomastia?
IDI Kota Purbalingga telah merangkum cara mengatasi gejala ginekomastia, terdapat beberapa jenis obat yang dapat digunakan, tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi tersebut. Berikut adalah obat-obatan yang umum direkomendasikan meliputi:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!