Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Bogor, Cukupkah Anggaran 11 Triliun untuk Anda?

📅 Senin, 02 Des 2024, 03:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Bogor, Cukupkah Anggaran 11 Triliun untuk Anda? Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri pada rapat paripurna di Gedung DPRD, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/11).

BOGOR – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 Kabupten Bogor ditetapkan sebesar 11,1 triliun. Angka ini ditetapkan DPRD bersama pemkab Bogor. “APBD disepakati DPRD dan Pemkab sebesar 11,1 triliun.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, di Cibinong, Sabtu.

Dia mengungkapkan, angka APBD tahun anggaran 2025 naik 800 miliar dari nilai APBD tahun anggaran 2024. Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, menjelaskan anggaran belanja daerah tahun depan sama seperti tahun-tahun sebelumnya diproyeksikan untuk alokasi belanja fungsi pendidikan, sektor kesehatan, serta transfer dana ke desa.

Dia mengapresiasi seluruh jajaran DPRD yang telah mengawal usulan masyarakat, terutama dalam menyediakan layanan publik untuk meningkatkan pelayanan. Bachril menargetkan pendapatan daerah tahun depan sebesar 10,8 triliun.

Bekasi

Sedangkan APBD Kabupaten Bekasi 2025 ditetapkan sebesar 8,3 triliun. Pengesahan melalui penetapan rancangan peraturan daerah oleh eksekutif dan legislatif.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, menyampaikan terima kasih kepada Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) dan seluruh perangkat daerah atas kebersamaan, kesepahaman, serta keterbukaan selama pembahasan Raperda APBD.

“Maka, kita bisa menetapkan bersama menjadi peraturan daerah berkaitan dengan APBD 2025,” jelasnya. Ani menjelaskan, postur APBD Kabupaten Bekasi 2025 berdasarkan hasil penetapan terdiri atas proyeksi pendapatan daerah senilai 7,6 triliun.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ini diperoleh dari pendapatan asli daerah 4,17 triliun dan pendapatan transfer sebesar 3,45 triliun dai pusat. Kemudian penerimaan pembiayaan sebesar 729 miliar.

Belanja daerah ditetapkan 8,3 triliun. Ini terdiri atas belanja pegawai 3,35 triliun, belanja tidak terduga 30,49 miliar, belanja transfer 1 triliun serta belanja lain 3,96 triliun.

Dari hasil pembahasan juga terdapat sejumlah rekomendasi. Salah satunya agar perangkat daerah bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Juga perlu mencari potensi-potensi sumber pendapatan lain. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.