Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setelah COP 29 yang Mengecewakan, Inilah Cara Mendesain Konferensi Iklim yang Mungkin akan Berhasil

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah COP 29 yang Mengecewakan, Inilah Cara Mendesain Konferensi Iklim yang Mungkin akan Berhasil Doc: AP/Rafiq Maqbool
Ket. Presiden COP29, Mukhtar Babayev.

Howard Bamsey, Australian National University

Banyak orang yang telah lama terlibat dalam negosiasi iklim global melihat konferensi iklim (COP) tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai upaya yang cacat secara fundamental. Saya termasuk di antaranya.

Pada 24 November lalu, COP 29 selesai dihelat di Baku, Azerbaijan. Ini mungkin COP ke-25 yang saya ikuti. Selama bertahun-tahun, saya menghadiri konferensi ini dalam berbagai peran, sering kali sebagai negosiator iklim untuk pemerintah Australia. Saat ini, saya hadir sebagai akademisi.

COP 29, sayangnya, tidak membuahkan terobosan. Pertemuan ini hanya menyepakati peningkatan yang cukup lumayan dalam pembiayaan iklim untuk negara berkembang, serta kesepakatan tentang aturan pasar karbon. Namun, banyak isu yang ditunda pembahasannya hingga COP 30 tahun depan.

Konferensi pun berlangsung lambat. Pertemuan tahunan ini sering dipandang hanya sebagai ajang “menang atau kalah,” sehingga dinamika diskusinya menjadi rumit. Negara-negara produsen minyak bumi dan para pelobi bekerja keras menghindari pembahasan tentang penghentian bahan bakar fosil.

Di lain pihak, tuan rumah sering kali hanya membutuhkan “kemenangan” yang acap hanya berupa “komitmen” tanpa perubahan nyata. Sebelum pembicaraan tahun ini dimulai, tokoh-tokoh besar dalam iklim sudah menyerukan reformasi proses COP.

Namun, terlepas dari kelemahannya, pertemuan COP adalah satu-satunya cara untuk mengumpulkan seluruh negara-negara di dunia dalam satu ruangan untuk merundingkan langkah-langkah menghadapi perubahan iklim.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus para pemimpin global terganggu oleh pandemi COVID, perang Ukraina-Rusia, dan kini konflik di Timur Tengah. Namun, apa mau dikata, perubahan iklim terus memburuk. Tidak lama lagi, kejadian di dunia nyata akan mengarahkan perhatian kita kembali ke ancaman terbesar yang akan kita hadapi.

Mengapa COP penting?

Sejak 1995, pembicaraan COP telah menjadi pendorong utama aksi global terhadap perubahan iklim. Forum ini akan terus penting hingga transisi menuju energi bersih selesai dan pembakaran bahan bakar fosil tidak lagi menjadi rutinitas kita.

Perubahan iklim hanya memiliki satu kata solusi: investasi. Setiap hari, perusahaan dan pemerintah menginvestasikan uang. Mereka bisa memilih untuk berinvestasi pada teknologi lama yang memperburuk polusi karbon, atau beralih ke alternatif yang lebih bersih.

Konferensi iklim sejauh ini berperan mengubah arah investasi. Contohnya terlihat jelas dengan banyaknya investasi untuk energi hijau, pembaruan jaringan listrik, dan efisiensi energi. Nilainya dua kali lipat lebih besar dari investasi untuk bahan bakar fosil baru. (Sayangnya, jika kita memasukkan subsidi bahan bakar fosil, gambaran ini akan sangat berbeda.)

Tahun lalu, negara-negara peserta COP akhirnya memasukkan teks tentang kebutuhan transisi dari bahan bakar fosil. Itu adalah kemenangan yang sulit. Namun malang tak dapat ditolak. Tahun ini, para diplomat dari Arab Saudi dan sekutunya berhasil menghapus segala penyebutan tentang isu tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.