Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah COP 29 yang Mengecewakan, Inilah Cara Mendesain Konferensi Iklim yang Mungkin akan Berhasil

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Meskipun teks terkait bahan bakar fosil tidak mengikat, dampaknya akan cukup besar dalam ruang-ruang rapat tempat keputusan investasi disepakati.

Proses atau kemajuan?

Perencanaan konferensi iklim saat ini masih jauh dari ideal.

Setiap tahun, para peserta memilih negara baru sebagai presidensi sekaligus tuan rumah pertemuan. Pembicaraan berlangsung selama dua pekan dengan segudang agenda.

Tahun ini, tuan rumah Azerbaijan tampak kelimpungan mengendalikan agenda. Akibatnya, isu seperti Global Stocktake—yang memuat seruan penghentian bahan bakar fosil—justru ditunda hingga COP 30 tahun depan di Brasil.

Karena konferensi iklim hanya berlangsung sekali setahun, banyak agenda yang menumpuk. Ini membuat pembahasan sangat berantakan.

Setiap Juni, para negosiator iklim bertemu dalam pertemuan antar-sesi sebelum pembicaraan COP berikutnya di Bonn, Jerman—lokasi kantor pusat Sekretariat PBB untuk Perubahan Iklim.

Dalam pertemuan ini, sering kali ada upaya untuk membatalkan pengumuman yang dibuat di pembicaraan COP resmi. Kadang-kadang, upaya tersebut berhasil.

Setiap delegasi dalam COP hadir karena dua alasan. Pertama, karena pemerintah mereka berkomitmen untuk menyelesaikan masalah besar perubahan iklim. Lima atau enam negara mungkin tidak, tetapi lebih dari 190 lainnya berkomitmen.

Alasan kedua adalah melindungi kepentingan nasional masing-masing. Tentu saja, keduanya bisa dilakukan bersamaan.

Namun, ini membawa masalah tersembunyi. Banyak orang yang menghadiri acara ini, menurut saya, terlalu berfokus pada proses ketimbang hasil. Dua kali setahun, mereka menghadiri konferensi iklim dan pertemuan antar-sesi di Bonn, beranjangsana dengan teman dan kolega.

Sayangnya, silaturahmi ini justru  menjadi rutinitas. Bagi beberapa orang, bahkan, prosesnya telah menjadi tujuan.

Lima ide perubahan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.