Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Swasembada, Warga Binaan Dilibatkan Jadi Bagian Brigade Pangan

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 08:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Swasembada, Warga Binaan Dilibatkan Jadi Bagian Brigade Pangan Doc: kementan
Ket. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan

JAKARTA– Dalam langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjalin kolaborasi inovatif dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

 Melalui program Brigade Pangan, warga binaan yang sedang menjalani masa bebas bersyarat atau cuti menjelang kebebasan akan diberdayakan melalui pelatihan intensif di sektor pertanian modern. Brigande pangan merupakan salah satu program Kementan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dengan cara mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar mau terlibat pada sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa warga binaan yang menjalani bebas bersyarat akan dilibatkan dalam Brigade Pangan, yang merupakan program pertanian modern untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam tiga tahun ke depan.

“Kita akan memanfaatkan kesempatan ini di Brigade Pangan untuk mengoptimalkan lahan yang ada dan memberdayakan warga binaan bebas bersyarat sehingga mereka bisa memiliki pendapatan langsung dan menciptakan lapangan kerja. Saya rasa ini langkah yang sangat baik,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (28/11).

Mentan Amran juga menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh pihak terkait dalam merealisasikan program ini. “Kami minta para dirjen terkait untuk menindaklanjuti program ini dengan segera, “ tutup Mentan Amran

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pelatihan kepada warga binaan, tetapi juga mewujudkan ketahanan pangan.

“Kami mendapat banyak masukan dari Pak Mentan terkait program Kementan yang dapat melibatkan warga binaan. Selain itu, langkah ini juga menjadikan mereka bagian dari solusi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Agus Andrianto

Kolaborasi ini berfokus pada pelatihan intensif pada komoditas padi, yang menjadi pendukung utama kebutuhan pangan nasional. Warga binaan akan ditempatkan di lokasi khusus selama satu hingga dua tahun untuk mendapatkan pelatihan modern, mulai dari pengelolaan lahan, penerapan teknologi pertanian, hingga pemasaran hasil panen.

Dengan pelatihan ini, warga binaan diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap ketahanan pangan sekaligus memperoleh peluang rehabilitasi sosial dan ekonomi, menjadikan mereka lebih siap untuk kembali dan berkontribusi positif kepada masyarakat.

“Dengan peralatan modern, mereka akan mendapatkan penghasilan yang cukup. Selain itu, mereka juga dapat berbagi pengetahuan kepada teman-teman lainnya yang mungkin menggantikan posisi mereka sebagai warga yang menjalani bebas bersyarat,” tambah Agus Andrianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.