Menjaga Pola Makan Seimbang, Solusi Praktis Sehat dan Berumur Panjang
📅 Jumat, 29 Nov 2024, 13:05 WIB | Oleh: Tim PenulisDengan bekerja sama lebih dari 30 komunitas petani di seluruh Indonesia, pemilik resto Burgreens, Helga (33 tahun) memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan tidak hanya sehat, tetapi juga segar dan alami.
“Awalnya aku sendiri praktisi makan vegetarian. Dulu aku itu auto-immune, alergi, sinusitis, asma, dan eksim. Itu semua disebabkan kekurangan bakteri baik di usus," kata Helga.
"Lalu dalam dua tahun penyakit-penyakit aku tuh ilang semua. Dari situ aku jadi mulai passionate sama nutrisi dan pola makan berbasis tumbuhan seperti tempe, kedelai, hingga jamur,” kata Founder dan CEO Burgreens tersebut.
Helga menekankan bahwa misi restoran ini bukan untuk mengajak orang menjadi vegetarian atau vegan, tetapi lebih kepada meningkatkan konsumsi sumber nabati, yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di Indonesia, masalah kekurangan serat cukup mendesak. Hanya 3,3 persen orang Indonesia yang cukup makan serat setiap hari, padahal kita seharusnya mengonsumsi 25-40 gram serat per hari. Faktanya, rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi sekitar 10,5 gram serat setiap harinya," kata Helga.
"Untuk itu, Burgreens berkomitmen untuk mengolah aneka bahan nabati menjadi hidangan yang familiar dan lezat, agar masyarakat bisa menikmati makanan sehat yang kaya serat tanpa mengubah kebiasaan makan mereka,” kata praktisi vegan sejak 2006 itu.
Lusi adalah salah satu pelanggan setia Burgreens, yang awalnya bukan seorang vegan. Ia terbiasa dengan makanan Indonesia yang kaya cita rasa dan rempah. Namun, setelah mencicipi berbagai menu vegan, ia mulai tertarik dengan alternatif sehat yang disajikan di Burgreens.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di sini saya bisa menikmati makanan Indonesia seperti nasi iga penyet dan soto Betawi, meskipun bukan menggunakan daging asli, rasanya mirip sekali. Saat ini saya juga mencoba untuk lebih sadar dalam memilih makanan seiring bertambahnya usia,” kata Lusi.
Bagi Vanessa, yang merasakan penurunan berat badan dan peningkatan energi setelah mengonsumsi makanan sehat juga menyadari bahwa kesehatan tubuh sangat dipengaruhi oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh.
"Saya sering kesulitan menyiapkan makanan sehat untuk diri sendiri karena sibuk dengan keluarga, hingga akhirnya saya menjadi gemuk karena tidak teratur makan. Tetapi hadirnya resto sehat, tentu sangat membantu saya karena tidak perlu lagi mengatur proporsi gizi yang tepat, dengan karbohidrat, protein, dan serat yang seimbang," jelas Vanessa.
Pentingnya Pola Makan Seimbang
Fenomena Airin, Lusi, Vanessa dan banyak lainnya selaras dengan temuan dr Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM, spesialis gizi klinik, yang menekankan pentingnya pola makan seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh.
Kekurangan serat dan pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan, obesitas, hingga penyakit jantung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!