Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luar Biasa, RSUD Dr Moewardi Berhasil Transplantasi Ginjal Pasien dari Seorang Ibu ke Anaknya

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 17:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luar Biasa, RSUD Dr Moewardi Berhasil Transplantasi Ginjal Pasien dari Seorang Ibu ke Anaknya Doc: ANTARA/HO-RSUD Dr Moewardi
Ket. Tim Transplantasi Ginjal RSUD Dr Moewardi Surakarta usai operasi transplantasi ginjal di Solo, Jawa Tengah.

Solo - RSUD Dr Moewardi Surakarta, Jawa Tengah berhasil melakukan transplantasi ginjal dari seorang ibu kepada anaknya yang merupakan pasien gagal ginjal.

Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUD Dr Moewardi Agung Susanto di Solo, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan sebelum pelaksanaan operasi transplantasi ginjal, berbagai persiapan telah dimatangkan sejak beberapa bulan yang lalu, mulai dari administrasi, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan prasarana.

Pasangan donor dan resipien transplantasi ginjal tersebut merupakan seorang ibu (53) yang mendonorkan ginjalnya kepada anak lelakinya (26) yang mengalami gagal ginjal kronis sejak April 2024 akibat penyakit hipertensi.

Sebelum menjalani operasi, keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh dokter konsultan ginjal hipertensi. Setelah itu, keduanya melakukan wawancara kelayakan medikolegal oleh tim hukum dan advokasi.

Ia mengatakan setelah mendapat rekomendasi dari tim hukum dan advokasi, keduanya menjalani berbagai pemeriksaan penunjang serta konsultasi dengan spesialis dan subspesialis dari berbagai disiplin ilmu.

Menurut dia, operasi dilakukan oleh Tim Tranplantasi Ginjal RSUD Dr Moewardi bersama dengan Tim Tranplantasi Ginjal dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional.

"Persiapan dalam hal administrasi dan kelengkapan dokumen, RSUD Dr Moewardi telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Transplantasi Nasional (KTN) dan ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal oleh Kemenkes RI sejak tahun 2021," katanya.

Ia mengatakan setelah tindakan operasi, pasien resipien atau penerima ginjal yang baru dirawat selama beberapa hari di unit perawatan intensif hingga kondisinya dinyatakan stabil untuk kembali ke ruang perawatan biasa.

"Kondisi terakhir pendonor dan resipien telah membaik dan stabil," katanya.

Ia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi ginjal yang saat ini masih berada dalam pengawasan ketat sudah berangsur membaik.

"Resipien telah kami rawat secara intensif dan saat ini pasien telah masuk ke dalam ruang perawatan biasa," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, perawatannya masih dengan protokol khusus yang diperuntukkan bagi pasien transplantasi.

"Tujuannya untuk meminimalkan infeksi yang mungkin terjadi setelah operasi," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, sampai dengan saat ini Tim Tranplantasi Ginjal RS Dr Moewardi telah melakukan transplantasi ginjal sebanyak sembilan kali dengan tingkat keberhasilan 100 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.