Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Tunjuk Pensiunan Jenderal Keith Kellogg sebagai Utusan untuk Ukraina

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 09:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Tunjuk Pensiunan Jenderal Keith Kellogg sebagai Utusan untuk Ukraina Doc: poder360.com.br
Ket. Keith Kellogg pada tahun 2017, veteran yang ditunjuk Donald Trump menjadi utusannya untuk Ukraina.

WASHINGTON - Presiden terpilih AS Donald Trump pada hari Rabu (27/11) menunjuk loyalis setia dan jenderal pensiunan Keith Kellogg sebagai utusannya untuk Ukraina, yang bertugas mengakhiri invasi Rusia.

Trump berkampanye dengan platform untuk segera mengakhiri perang Ukraina, dengan membanggakan bahwa ia akan segera menengahi kesepakatan gencatan senjata antara Presiden Volodymyr Zelensky dan pemimpin Russia Vladimir Putin. 

Namun para kritikus telah memperingatkan bahwa Trump kemungkinan akan memanfaatkan bantuan militer AS untuk menekan Kyiv agar menandatangani perjanjian yang mengharuskannya menyerahkan wilayah yang diduduki secara permanen atau setuju untuk tidak bergabung dengan NATO. 

"Saya sangat senang mencalonkan Jenderal Keith Kellogg untuk menjabat sebagai Asisten Presiden dan Utusan Khusus untuk Ukraina dan Russia," kata Trump dalam sebuah pernyataan di media sosial. 

"Keith telah memimpin karier Militer dan Bisnis yang terhormat, termasuk bertugas di peran Keamanan Nasional yang sangat sensitif dalam Pemerintahan pertama saya."

Seorang tokoh penting dan veteran keamanan nasional berusia 80 tahun ini ikut menulis sebuah makalah awal tahun ini yang menyerukan Washington untuk memanfaatkan bantuan militer sebagai sarana mendorong perundingan damai.

Ukraina telah menerima hampir $60 miliar dari Washington untuk angkatan bersenjatanya sejak Russia melancarkan invasi besar-besaran pada Februari 2022, tetapi dengan Trump mengambil alih Gedung Putih, para pendukungnya khawatir keran dana itu akan mengering.

"Amerika Serikat akan terus mempersenjatai Ukraina dan memperkuat pertahanannya untuk memastikan Russia tidak akan membuat kemajuan lebih lanjut dan tidak akan menyerang lagi setelah gencatan senjata atau perjanjian damai," kata makalah penelitian Kellogg untuk lembaga pemikir Trumpist America First Policy Institute.

"Namun, bantuan militer Amerika di masa depan akan mengharuskan Ukraina untuk berpartisipasi dalam perundingan damai dengan Russia."

Kellogg menjabat di beberapa posisi selama masa jabatan pertama Trump, termasuk sebagai kepala staf di dewan keamanan nasional Gedung Putih dan penasihat keamanan nasional untuk wakil presiden saat itu Mike Pence. 

Kekurangan Pasukan 

Kellogg mengatakan kepada Voice of America di konvensi Partai Republik pada bulan Juli bahwa pilihan Ukraina "cukup jelas."

"Jika Ukraina tidak mau berunding, silakan saja, tetapi terimalah kenyataan bahwa Anda bisa mengalami kerugian besar di kota-kota Anda dan terimalah kenyataan bahwa anak-anak Anda akan terbunuh, terimalah kenyataan bahwa yang akan tewas bukan 130.000 orang, tetapi 230.000–250.000 orang," katanya.

Pengumuman Trump muncul saat pemerintahan Demokrat Joe Biden yang akan berakhir menyelenggarakan konferensi pers untuk mendesak Ukraina agar merekrut lebih banyak orang dengan mengurangi usia minimum wajib militer menjadi 18 tahun -- sejalan dengan patokan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

42 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.