Vitamin B3 Turunkan Peradangan pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik
📅 Rabu, 27 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPeradangan Berkurang
Penelitian buta ganda (double-blind), acak, terkontrol plasebo ini melibatkan 40 pasien PPOK dan 20 subjek kontrol yang sehat. Kedua kelompok pasien menerima plasebo atau vitamin B3 dalam dosis dua gram dalam sehari.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada penanda peradangan (interleukin 8 atau IL 8) pada pasien yang diobati dengan vitamin B3. Setelah enam pekan, para peneliti mengamati penurunan kadar IL 8 sebesar 53 persen, dan efek ini meningkat sebesar 63 persen setelah 12 pekan berikutnya.
Dengan kata lain, kelompok yang diobati dengan vitamin B3 mengalami penurunan peradangan paru-paru selama penelitian. “Meskipun hasilnya menjanjikan, kami perlu melakukan lebih banyak penelitian pada populasi yang lebih besar untuk mengonfirmasi temuan kami dan menentukan efek jangka panjang nikotinamida ribosida dalam pengobatan PPOK,” jelas Morten Scheibye-Knudsen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti juga menemukan bahwa pasien PPOK memiliki kadar NAD yang lebih rendah dalam darah, yang dikaitkan dengan percepatan penuaan berdasarkan kadar metilasi DNA. Pengobatan dengan vitamin B3 menghasilkan kadar NAD yang lebih tinggi dan menunjukkan tanda-tanda penundaan penuaan sel.
“Seiring bertambahnya usia, kita tampaknya memetabolisme molekul yang dikenal sebagai NAD. Hilangnya molekul ini juga terlihat setelah kerusakan DNA, misalnya jenis kerusakan yang terkait dengan merokok,” imbuh Morten Scheibye-Knudsen.
Ini berarti bahwa molekul tersebut dapat mempengaruhi proses penuaan, yang menjadikannya target. Hal ini memungkinkan untuk pengobatan di masa mendatang dan, pada awalnya, untuk lebih banyak penelitian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penting untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan tentang peran NAD dalam proses penuaan. Oleh karenanya penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami implikasi dan kemungkinan NAD.
“Kami berharap penelitian ini akan membuka jalan bagi pilihan pengobatan baru bagi pasien PPOK, tetapi pertama-tama kami perlu terus menganalisis dan memvalidasi hasilnya dalam penelitian yang lebih besar dan lebih komprehensif. Hanya melalui penelitian menyeluruh kami akan dapat menawarkan pengobatan terbaik dan paling efektif bagi orang yang menderita penyakit sulit ini,” tutur dia.
Universitas Copenhagen telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Elysium Health Inc, untuk menyediakan vitamin B3 nicotinamide riboside. Selain itu juga menganalisis serta menentukan usia biologis sampel dari partisipan dalam studi PPOK. Sementara itu perusahaan Elysium Health Inc, bertindak sebagai kontraktor independen dan bukan sebagai anggota staf atau agen yang bekerja untuk universitas.
Semua hasil dan data dari penelitian ini dimiliki oleh Universitas Copenhagen, sedangkan Elysium Health Inc. tetap memiliki hak milik atas kekayaan intelektual yang dikembangkan oleh perusahaan sebelum penelitian. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!