Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Vitamin B3 Turunkan Peradangan pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik

📅 Rabu, 27 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Vitamin B3  Turunkan Peradangan pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik Doc: LOIC VENANCE/AFP

PPOK merupakan penyakit paru-paru yang menghalangi aliran udara yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam bernafas. Studi baru menunjukkan pemberian vitamin B3 pada penderita dapat mengurangi peradangan yang menjadi penyebab penyakit ini.

1732634920_f1fdc8a4f70d7447b75d.jpg

Foto: Money SHARMA/AFP

Manusia saat ini memiliki harapan hidup lebih panjang dari sebelumnya. Namun seiring bertambahnya usia, banyak dari mereka mengalami serangkaian masalah kesehatan dan penyakit kronis, salah satunya adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

PPOK merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama. Penyakit ini menghalangi aliran udara sehingga menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam bernafas.

Penyakit tersebut merupakan kombinasi dari dua penyakit pernapasan yaitu bronchitis kronis dan emfisema. Bronkitis kronis adalah infeksi pada saluran pernafasan yang menuju paru-paru yang menyebabkan penyempitan dinding bronkus dan peningkatan produksi mukus/cairan di saluran pernafasan.

Emfisema adalah kondisi rusaknya kantung-kantung udara (alveoli) pada paru-paru yang terjadi secara bertahap. Pada emfisema beberapa faktor penyebab obstruksi jalan napas yaitu inflamasi dan pembengkakan bronki, produksi lendir yang berlebihan, kehilangan rekoil elastik jalan nafas, dan kolaps bronkiolus serta redistribusi udara ke alveoli yang berfungsi. Karena dinding alveoli mengalami kerusakan.

Penyakit ini banyak ditemukan pada sekitar 600 juta orang di seluruh dunia. Sayangnya hanya setengah dari mereka yang tahu atau menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Pasien PPOK sering mengalami sesak napas, batuk terus-menerus disertai lendir, mengi, dan infeksi pernapasan yang sering, yang dapat menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Sekarang, sebuah penelitian baru dari Universitas Copenhagen dan Rumah Sakit Bispebjerg menunjukkan bahwa bentuk vitamin B3 kemungkinan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan PPOK.

“Dalam penelitian ini, kami menunjukkan bahwa nikotinamida ribosida yang juga dikenal sebagai vitamin B3, dapat mengurangi peradangan paru-paru pada pasien PPOK,” kata Associate Professor Morten Scheibye-Knudsen dari Center for Healthy Aging di Department of Cellular and Molecular Medicine, Universitas Copenhagen, yang turut menulis penelitian baru ini.

“Hal ini penting, karena peradangan dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru pada pasien ini,” imbuh dia.

Vitamin B3 atau niacin adalah suplemen untuk mengatasi kekurangan (defisiensi) vitamin B3 atau pellagra. Selain itu, suplemen ini juga bisa digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Niacin atau vitamin B3 sebelumnya dikenal berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, sel saraf, dan sistem pencernaan. Kebutuhan vitamin ini dapat dipenuhi dengan rutin mengkonsumsi susu, nasi, telur, roti gandum, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

Penggunaan vitamin B3 dapat meredakan penyakit PPOK. Pasalnya jika dibiarkan pasien penyakit ini berisiko lebih tinggi terkena infeksi pernapasan dan pneumonia. Misalnya, ketika terkena influenza dapat menyebabkan infeksi paru-paru serius dan yang lebih parah adalah dapat menyebabkan kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.