Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cara Pikir Pemerintah Patok Tarif PPN 12% Dipertanyakan

📅 Senin, 25 Nov 2024, 01:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Ini akan menjadi catatan sejarah pemerintah baru di mana di tengah kondisi ekonomi sedang tidak baik dan memburuk, serta daya beli yang masih terus melemah, tepat di hari pertama tahun anggarannya, kebijakannya justru membebani rakyat dengan menaikkan tarif PPN,” kata Anthony.

Selain itu, indeks aktivitas produksi di zona kontraksi selama empat bulan berturut-turut yang menyebabkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah.

“Karena itu, tidak ada alasan apa pun dari pemerintah yang bisa membenarkan mereka menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen,” katanya.

Kenaikan pajak, termasuk PPN, merupakan instrumen kebijakan fiskal yang bersifat kontraksi. “Kenaikan PPN akan membuat aktivitas ekonomi turun. Artinya, di tengah ekonomi sedang melemah, kebijakan menaikkan PPN merupakan blunder besar. Pertumbuhan Ekonomi akan anjlok. Jumlah penduduk miskin bisa naik lagi, dan sebaliknya jumlah penduduk kelas menengah akan menyusut lebih dalam,”pungkasnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Rossanto Dwi Handoyo, menambahkan, kalau kenaikan PPN secara umum akan menurunkan konsumsi masyarakat karena mereka menahan belanja seiring dengan kenaikan harga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.