Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya diminta Tak Sekadar Tutup Utang dengan Utang, Naikan Pajak dan Cukai, Perlu Gebrakan Baru!

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 09:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menkeu Purbaya diminta Tak Sekadar Tutup Utang dengan Utang, Naikan Pajak dan Cukai, Perlu Gebrakan Baru! Doc: istimewa
Ket. Purbaya Yudi Sadewa (kanan) saat dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9)

JAKARTA-Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti berharap Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa mampu mengembalikan kepercayaan publik terkait pengelolaan anggaran negara. Sebab, saat ini kepercayaan publik benar benar merosot.

Secara pribadi Esther melihat sosok Purbaya Yudi Sadewa memang pintar. "Saya mengenal beliau saat mengajar kelas makroekonomi, namun agak kecewa setelah mendengar paparan beliau dalam sarasehan ekonomi Indonesia tanggal 8 April 2025 lalu,"ucapnya, Senin (8/9).

 Menurut Esther, presentasi yang cenderung menentramkan publik, tetapi tidak grab to the problem sehingga solusinya pun kurang pas. "Sehingga jika Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani maka kita tunggu gebrakan kebijakan yang benar benar bisa menyelesaikan masalah, bukan sekadar menutup utang dengan utang dan kenaikan pajak dan cukai,"tambah Esther menegaskan

Dia menekankan, kebijakan yang dibutuhkan saat ini ialah kebijakan ekonomi yang bisa menjadi solusi permasalahan sekarang bukan hanya asal bapa senang (ABS).

Khusus terkait perombakan kabinet ini, Esther mengatakan, reshuffle ini sudah bisa diprediksi dengan diawali dua kali Sri Mulyani Indrawari (SMI) mengajukan surat pengunduran diri, bahkan SMI waktu itu namanya tidak masuk bursa menteri, namun tiba tiba last minute SMI masuk, sehingga arah kebijakan fiskalnya pun bisa kita prediksi karena tidak ada terobosan kebijakan fiskal, hanya menjadikan pajak dan utang sebagai backbound penerimaan negara di APBN

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta pada Senin (8/9).

Dalam konferensi persnya di kantor Kementerian Keuangan seusai dilantik, Purbaya memastikan kebijakan fiskal akan diarahkan untuk mendorong ekonomi mencapai target 8 persen sebagaimana yang ditetapkan Presiden Prabowo.

"Bukan bakal dikejar 8 persen, kita akan kejar, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat, seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa nggak besok 8%? Kalau saya bilang bisa, kan saya nipu, tapi kita bergerak ke arah sana," tuturnya.

Menyangkut tuntutan 17+8 yang disuarakan masyarakat. Dirinya mengaku belum mempelajari secara menyeluruh isi tuntutan tersebut. Tuntutan itu terangnya datang dari sebagian kecil masyarakat yang merasa hidupnya terganggu dan belum tercukupi.

"Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (8/9)

Dirinya menilai aspirasi itu akan mereda jika pemerintah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,"ucapnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.