Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara Kaya Sepakat Beri Dana $300 Miliar untuk Negara Miskin dalam Kesepakatan Iklim COP29

📅 Minggu, 24 Nov 2024, 09:55 WIB | Oleh:

Selain janji dana sebesar 300 miliar dollar AS, negara-negara sepakat bahwa 1,3 triliun dollar AS dibutuhkan pada tahun 2035 untuk juga membantu mencegah perubahan iklim.

Tahun ini – tahun terhangat yang pernah tercatat - telah ditandai oleh gelombang panas yang hebat dan badai yang mematikan.

Pembukaan pembicaraan pada 11 November didominasi dengan terpilihnya Presiden AS Donald Trump, yang akan menjabat pada bulan Januari.

Ia adalah seorang skeptis iklim yang telah mengatakan akan mengeluarkan AS dari perjanjian penting Paris yang pada tahun 2015 menciptakan peta jalan bagi negara-negara untuk mengatasi perubahan iklim.

"Yang pasti, angka utama turun. Negara-negara donor maju lainnya sangat menyadari bahwa Trump tidak akan membayar sepeser pun dan mereka harus menutupi kekurangannya," kata Prof Joanna Depledge, pakar negosiasi iklim internasional di Universitas Cambridge, kepada BBC.

Tercapainya kesepakatan ini merupakan tanda bahwa negara-negara masih berkomitmen untuk bekerja sama mengatasi iklim, tetapi dengan ekonomi terbesar di planet ini kini tidak mungkin berperan, akan menjadi lebih sulit untuk memenuhi tujuan multi-miliar dollar tersebut.

“Akhir yang berlarut-larut di COP29 mencerminkan medan geopolitik yang semakin sulit di dunia. Hasilnya adalah kompromi yang cacat antara negara donor dan negara-negara paling rentan di dunia,” kata Li Shuo dari lembaga pemikir Asia Society Policy Institute.

Sebagai imbalan atas janji lebih banyak uang, negara-negara maju termasuk Inggris dan Uni Eropa menginginkan komitmen yang lebih kuat dari negara-negara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Meskipun mereka berharap bahwa kesepakatan yang dicapai dalam perundingan di Dubai tahun lalu untuk “beralih dari bahan bakar fosil” akan diperkuat, usulan kesepakatan akhir hanya mengulanginya.

Bagi banyak negara hal ini tidak cukup baik, dan ditolak - sekarang harus disepakati tahun depan.

Negara-negara yang bergantung pada ekspor minyak dan gas dilaporkan melakukan perlawanan keras dalam negosiasi untuk menghentikan kemajuan lebih lanjut.

“Kelompok Arab tidak akan menerima teks apa pun yang menargetkan sektor tertentu, termasuk bahan bakar fosil,” kata Albara Tawfiq dari Arab Saudi pada pertemuan terbuka awal pekan ini.

Beberapa negara datang ke pembicaraan dengan rencana baru untuk mengatasi perubahan iklim di negara mereka sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.