Bermain Gim Baik untuk Mengasah Keterampilan di Tempat Kerja
📅 Kamis, 21 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPemain lain mengatakan mereka bisa mengembangkan rasa percaya diri melalui permainan karena mereka merasa senang dengan tingkat keberhasilan dalam dunia permainan daring. Sementara yang lain melaporkan mengembangkan kesadaran diri saat mereka menerima umpan balik tentang keterampilan mereka sendiri dan cara mereka bermain bersama anggota tim.
Dapat Ditransfer
Kemampuan gamer dalam melatih keterampilan seperti mengevaluasi kinerja, memberikan umpan balik, memberikan instruksi, dan menginspirasi orang lain, juga ditelusuri dari permainan mereka.
Beberapa peserta bahkan menyebutkan ada kesamaan antara permainan dan pekerjaan yang membuat keterampilan tersebut dapat ditransfer. Seperti diketahui bahwa memahami pengayaan non-kerja-ke-pekerjaan sangat penting bagi para profesional HRD karena hal ini menyoroti pentingnya menumbuhkan pandangan holistik tentang pengembangan karyawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan mengakui dan mendukung manfaat aktivitas nonkerja, organisasi dapat mendorong tenaga kerja agar lebih terlibat, puas, dan berkinerja tinggi.
Seorang spesialis TI, menggambarkannya seperti berikut: “Saya berhadapan dengan banyak orang baru (di tempat kerja). Karena saya berusaha keras dalam melakukan semua pembinaan, saya menjadi lebih maju dari beberapa kolega dalam menjelaskan cara melakukan hal-hal tertentu (kepada karyawan baru).”
“Studi kami memperluas pemahaman tentang pengayaan non-kerja-ke-pekerjaan ke konteks permainan MMO dan mengungkap bagaimana hobi, sebagai subdomain kehidupan yang kurang dipelajari, dapat bermanfaat bagi pekerjaan,” ucap Shirmohammadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan berfokus pada implikasi positif dari permainan MMO dan kontribusinya yang potensial terhadap ranah kerja karyawan, kami menantang stereotip negatif umum di tempat kerja tentang gamer dan menganjurkan pengayaan potensial keterampilan di tempat kerja yang dihasilkan dari permainan selama waktu nonkerja,” lapor penelitian Shirmohammadi. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!