Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok-AS Sepakat Jaga Hubungan yang Stabil dan Berkelanjutan

📅 Selasa, 19 Nov 2024, 01:17 WIB | Oleh:
Tiongkok-AS Sepakat Jaga Hubungan yang Stabil dan Berkelanjutan Doc: ROBERTO SCHMIDT/AFP
Ket. Menlu AS Antony Blinken bertemu dengan Menteri Departemen Penghubung Internasional Tiongkok Liu Jianchao.

SHENZHEN – Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sepakat menjaga hubungan kedua negara yang stabil, sehat, dan berkelanjutan menjadi kepentingan bersama sekaligus harapan bersama masyarakat internasional.

Demikian yang terungkap dari dialog politik 2024, di Shenzhen, Minggu (17/11), dengan AS dan Tiongkok melakukan komunikasi yang jujur, mendalam, dan konstruktif. Dialog mengangkat tema Kerja Sama dan Tantangan dalam Keadaan Baru: Jalan ke Depan bagi Hubungan Tiongkok-AS.

Seperti dikutip dari Antara, Liu Jianchao, Kepala Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (Communist Party of Tiongkok/CPC), menjadi salah satu tokoh yang menghadiri dialog tersebut sekaligus menyampaikan pidato utama.

Dalam dialog tersebut tercetus kedua negara perlu menjaga hubungan dan komunikasi, mengatasi perbedaan dengan baik, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, mendorong pertukaran budaya dan antarmasyarakat, serta memikul tanggung jawab mereka sebagai negara besar dalam memajukan perdamaian dan pembangunan dunia.

Banyak Ketidakpastian

Mereka menyatakan keyakinan dengan karakteristik multidimensi dan multifaset, hubungan Tiongkok-AS menghadapi banyak ketidakpastian, namun di saat yang sama memiliki resiliensi yang kuat.Di akhir sesi, kedua pihak sepakat untuk terus melanjutkan dialog politik mereka itu.

Sebelumnya, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden AS, Joe Biden, menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempertahankan dialog, mendorong kerja sama, dan menghindari konflik sebagaimana dinyatakan Xinhua dikutip di Jakarta, Senin.

“Terdapat konsensus bipartisan (di Washington) bahwa persaingan strategis dengan Tiongkok harus berlanjut, sekalipun sedikit yang sepakat dengan tujuan akhir Amerika untuk strategi ini," kata Yilun Zhang, Research Associate sekaligus Manajer Program Perdagangan dan Teknologi di Institute for Tiongkok-America Studies, dalam sebuah pernyataan tertulis kepada Xinhua.

Dari tarif hingga pembatasan teknologi semikonduktor, langkah-langkah ini tidak hanya mengganggu hubungan bilateral, namun juga berdampak pada seluruh rantai pasokan global.

Sementara itu, Tiongkok dan Amerika Serikat memiliki pandangan dunia yang berbeda. Tiongkok mendukung visi komunitas global yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif, sementara Washington berupaya mempertahankan posisi dominasi mereka yang sudah berlangsung lama.

Terlepas dari perbedaan-perbedaan yang mendalam ini, pertemuan tingkat tinggi pada Sabtu itu menggarisbawahi pemahaman bersama, yaitu dengan risiko yang begitu besar, tidak ada pihak yang mampu menanggung bahaya konfrontasi.

Kedua belah pihak harus terus mencari cara yang tepat bagi dua negara besar tersebut untuk hidup rukun satu sama lain, dan mewujudkan koeksistensi damai yang langgeng di planet ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.