Jorge Martin Patahkan Dominasi Tim Pabrikan
📅 Senin, 18 Nov 2024, 06:59 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Manaure Quintero / AFP
BARCELONA - Pembalap Spanyol dari tim Pramac Racing Ducati merebut gelar juara dunia MotoGP 2024. Meski hanya menempati podium ketiga dalam seri terakhir musim ini di balapan Solidarity GP di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (17/11), Martin mengungguli poin pesaing terdekatnya, Francesco Bagnaia.
Pembalap tim pabrikan itu merebut podium pertama, tapi tertinggal sepuluh poin dari Martin di klasemen akhir. Sukses menjadi juara dunia MotoGP 2024, Martin mematahkan dominasi tim pabrikan. Dia menjadi pembalap tim satelit pertama yang menjadi juara dunia di era MotoGP dengan mesin 4-tak.
“Strateginya harus sama, yaitu mencoba naik podium. Saya mengendalikan risiko lebih banyak dan tetap berkonsentrasi penuh,” ujar Martin yang tahun lalu kalah dari Bagnaia dalam persaingan perebutan gelar juara dunia. Selama dua dekade terakhir, MotoGP hanya didominasi pembalap-pembalap tim pabrikan. Terakhir kali pembalap tim satelit menjadi juara dunia adalah 23 tahun silam.
Valentino Rossi merupakan pembalap terakhir yang mampu menjadi juara dunia bersama tim satelit di musim 2001. Rossi membela tim Nastro Azzurro dan menunggangi Honda NSR500. Martin menjadi pembalap kelima asal Spanyol menjadi juara dunia kelas utama. Keempat pendahulunya membela tim pabrikan, yakni Alex Criville (Repsol Honda), Jorge Lorenzo (Yamaha), Marc Marquez (Repsol Honda) dan Joan Mir (Suzuki Ecstar).
Sementara itu, Bagnaia yang memiliki peluang lebih tipis akhirnya gagal meraih gelar ketiganya secara beruntun. Dia harus puas di posisi kedua. Marquez yang finis di posisi kedua di Catalunya dan akan menjadi rekan setim Bagnaia di Ducati musim depan berada di posisi ketiga klasemen akhir. Menurut keterangan resmi dari MotoGP, musim depan akan membawa perubahan besar terkait susunan pembalap dan tim, menjanjikan persaingan lebih ketat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Marquez melakukan langkah monumental ke Ducati, bergabung dengan Bagnaia. Martin memulai babak baru dengan Aprilia, yang menandai perubahan bersejarah bagi tim tersebut. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!