“Tour de Menoreh” Surga Dunia Bagi Para Goweser
📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDalam Tour de Menoreh dilombakan tiga kelas. Pertama kelas race balap sepeda, kedua kelas tour atau wisata dan ketika kelas fun atau seru-seruan. Pembeda kelas ini ada pada rute tempuh dimana race dan tour mencapai 73 kilometer dengan panjang rute disesuaikan dengan Hari Jadi Kulon Progo yang ke-73. Sedangkan untuk kelas fun hanya 7,3 kilometer.
Kelas race atau balap sepeda yang dilepas pada pukul 06.30 WIB, dan kelas fun sejauh 7,3 kilometer yang dilepas pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini dimulai dan diakhiri di alun-alun Wates, pusat kota Kabupaten Kulon Progo.
Salah satu yang dilalui dalam Tour de Menorah adalah Jalur Luna Maya yang menawarkan beberapa pemandangan alam yang memadukan persawahan, perbukitan, dan saluran irigasi. Ada hamparan sawah, kaki bukit Menoreh, hutan hijau, dan saluran irigasi. Keindahan Jalur ini didukung dengan warung dan rumah makan untuk kulineran.
Jalur Luna Maya cocok untuk sepeda jenis apa saja, baik sepeda road bike, sepeda gunung, sepeda lipat, atau bahkan sepeda onthel. Hal ini karena jalannya berupa aspal dan beton yang mulus dan tidak banyak tanjakan alias landai, cocok untuk pesepeda pemula.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rute tersebut berada di kaki pegunungan Menoreh yang membentang dari selatan ke utara dengan dengan Puncak Suroloyo (1.019 mdpl) sebagai puncak tertinggi. Yang menarik jalur ini menawarkan tempat-tempat kuliner lezat yang bisa dicoba yang lokasinya di akhir perjalanan.
Titik Transit
Titik permulaan untuk gowes di Kulon Progo biasanya dimulai dari Jembatan Kreo Kali Progo. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Minggir di Kabupaten Sleman dan Kecamatan Kalibawang di Kulon Progo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tempat ini dipilih karena di sekitar jembatan banyak tempat makan dan tempat singgah yang bisa digunakan untuk transit bagi para menggowes sepeda yang berasal dari luar kota. Di sini tersedia beberapa warung yang menyediakan menu sarapan agar gowes menjadi lebih bertenaga.
Awal gowes langsung disajikan pemandangan Kali Progo yang beriak dengan batu-batu besar yang terlihat dari atas. Dari sini sudah terlihat jelas Pegunungan Menoreh yang membiru dari kejauhan.
Selanjutnya dari jembatan ke arah barat, menuju simpang empat Dekso. Dari sini terus lurus ke barat menuju Jalan Dekso-Samigaluh. Dari sini pemandangan Pegunungan Menoreh semakin terlihat jelas jelas keindahannya.
Rute berlanjut menyusuri Jalan Dekso-Samigaluh hingga sampai di simpang tiga Pasar Timbunan. Dari simpang tiga ini sepeda diarahkan untuk belok kiri. Setelah menyeberang jembatan Kali Dungkrong di titik itu Jalur Luna Maya dimulai.
Pada titik awal akan tersaji pemandangan persawahan di kiri jalan. Sedangkan di kanan jalanan berupa pepohonan hijau kaki Pegunungan Menoreh. Memasuki SD Kalisongo rute akan terbelah dua kanan dan kiri mengikuti kanan kiri saluran irigasi yang menyegarkan mata.
Setelah melewati saluran irigasi Jalur Luna Maya berakhir ketiga bertemu dengan Jalan Nanggulan – Tegalsari. Jalur ini disebut juga Jalan Raya Kaligesing karena arahnya menuju Kecamatan Kaligesing, di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!