Cagub DKI Ridwan Kamil Siapkan 12 Langkah Atasi Polusi Udara di Jakarta
📅 Jumat, 15 Nov 2024, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Tim Ridwan Kamil-Suswono
Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil mengaku telah menyiapkan 12 langkah atau kebijakan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pertama, membereskan tata ruang dengan menghadirkan zona perkantoran di banyak wilayah, sehingga meminimalkan mobilitas masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan budaya baru, bagaimana warga tetap produktif namun minim mobilitas. Pola pikir harus baru, untuk produktif tidak lagi harus banyak mobilitas. Makanya, saya ingin memperbanyak zona perkantoran di banyak tempat di Jakarta," kata Ridwan Kamil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Kedua, menata transportasi atau memperluas transportasi publik. Ke depan, operasional Transjakarta akan diperluas sampai daerah aglomerasi seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang.
Berdasarkan data, ada sekitar dua juta warga yang lalu lalang di Jakarta untuk mencari nafkah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, membuat kebijakan terkait kendaraan listrik. Keempat, melakukan penataan waktu bekerja, antara lain dengan menghadirkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home policy).
Kelima, menegakkan kebijakan tentang uji emisi. Keenam, mengusung tata hijau dengan memperbanyak aktivitas penanaman pohon.
"Kami menargetkan dalam lima tahun bisa menanam tiga juta pohon dengan harapan bisa mengurangi suhu Jakarta hingga sekitar dua derajat," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ke tujuh, mengusung kebijakan pro green space karena di Jakarta masih ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang hijau.
"Saya inginnya selama kavling tersebut belum dibangun, Pemprov DKI akan meminjam lahan tersebut untuk dimanfaatkan, dibangun lahan hijau," jelasnya.
Ke delapan, menghadirkan taman di atap atau rooftop garden, sehingga ke depan gedung yang memiliki atap datar akan diwajibkan untuk ditanami pohon.
Ke sembilan, mengusung tata teknologi agar kebijakan yang diambil sesuai dengan data yang ada.
Sepuluh, menghadirkan truk embun. Sebelas, mengusung pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Dan terakhir, atau ke dua belas, melakukan tata anggaran untuk merealisasikan climate budget.
"Truk embun ini sudah dilakukan di China. Setiap pagi, truk ini bertugas menyemprotkan H2O untuk mengurangi partikel yang menyebabkan polusi. Cara ini tentu butuh teknologi agar keputusan bisa diambil dengan bijaksana dan sesuai data yang ada," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!