Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Harus Komiten Keluar dari Energi Fosil

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh:
RI Harus Komiten Keluar dari Energi Fosil Doc: Antara
Ket. Energi Fosil

Pemerintah harus berani berkomitmen dan memimpin agenda transisi energi terbarukan dan penghentian penggunaan energi fosil.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia harus mendorong komitmen bersama negara peserta Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Conference of the Parties (KTT COP29) untuk keluar dari energi fosil, melindungi ekosistem dan mempercepat pengembangan energi terbarukan. 

“Komitmen tersebut juga mencakup tidak menggunakan sumber energi dan teknologi yang memperpanjang energi fosil, seperti pembangkit co-firing, produksi bioenergi skala besar dan carbon-capture storage atau CCS,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Tata Kelola Lingkungan dan Keadilan Iklim Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Syaharani, dalam keterangan di Jakarta, Senin (11/11).

Syaharani yang ikut Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa COP29 di Baku, Azerbaijan, berpendapat menjaga kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celsius hanya dapat dilakukan melalui komitmen tegas untuk menghentikan penggunaan energi fosil dan melindungi ekosistem.

Senada, Direktur Eksekutif Yayasan Pikul yang juga lead Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (ARUKI), Torry Kuswardono, mengatakan paling tidak ada lima hal yang harus menjadi fokus delegasi Indonesia. Pertama, pemerintah harus berani berkomitmen dan memimpin agenda pembangunan dan ekonomi yang sejalan dengan target 1,5 derajat Celsius.

Kedua, lanjutnya, pemerintah harus tegas menyatakan komitmen perlindungan dan pemulihan ekosistem sebagai unsur kunci demi menunjang adaptasi. Ketiga, Indonesia harus mampu menekan negara-negara maju memenuhi janji target pendanaan iklimnya, termasuk meningkatkan pendanaan hibah untuk mitigasi, adaptasi, dan kehilangan dan kerusakan.

"Keempat, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus mampu mendorong agenda redistribusi kekayaan dan akses terhadap sumber daya demi keadilan yang menjadi syarat ketahanan iklim rakyat," ujarnya.

Kelima, pemerintah harus melindungi kelompok rentan dan memastikan keterlibatan bermakna dari masyarakat. Hal ini termasuk melibatkan perempuan, orang muda, masyarakat adat, petani gurem, nelayan kecil dan tradisional, buruh, kelompok disabilitas, dan masyarakat rentan lain dalam mitigasi dan adaptasi.

COP29 resmi dimulai pada 11 November 2024. Pemerintah Indonesia mengirimkan delegasi lebih dari 500 orang di bawah pimpinan Hashim S Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo. Hashim bertindak sebagai Utusan Khusus Energi dan Lingkungan Hidup.

Selain melanjutkan komitmen mengatasi perubahan iklim sejak era Presiden Joko Widodo, dia akan menawarkan konsep perdagangan karbon melalui mekanisme carbon-capture storage dan upaya reboisasi di tengah-tengah isu food estate.

Sementara itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan Indonesia memastikan akan memainkan peranan penting pada forum tahunan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa/ Conference of the Parties (COP) ke-29 yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan, dalam mewujudkan dunia yang lebih hijau.

Dalam konferensi internasional yang mengusung tema “In Solidarity for a Green World" pada 11–22 November 2024 tersebut, beberapa pertemuan bilateral akan dilangsungkan baik dengan negara maupun pihak swasta.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan agenda utama pada COP29 selain mengawal negosiasi jangka panjang yang belum selesai, ada tema-tema spesifik yang dipromotori presidensi.

"Kehadiran kita di sini benar-benar untuk melihat kondisi aktual dari kerangka implementasi berdagangan karbon," kata Menteri LH Hanif Faisol di Baku Olympic Stadium, tempat diselenggarakannya COP29.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.