Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bahan Baku Daur Ulang Plastik dan Kertas

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Indonesia merupakan salah satu negara importir sampah plastik terbesar di dunia yang berasal dari negara maju, terutama Eropa. Statista menyebutkan, Indonesia telah melakukan impor sampah plastik sebesar 252 ribu ton pada 2023. Ada 10 negara eksportir sampah plastik terbesar ke Indonesia. 

Belanda menjadi negara yang mengekspor sampah plastik terbesar ke Indonesia sebesar 119,5 ribu ton.  Angka itu hampir separoh dari jumlah sampah plastik impor yang masuk ke Indonesia tahun 2023. Dulu selama ratusan tahun, Belanda menjadikan Indonesia sebagai koloni; menguasa wilayah, manusia, dan sumber daya alamnya. Sekarang menjadikan koloni sebagai tempat pembuangan sampahnya.

Berikut 10 negara eksportir sampah plastik ke Indonesia tahun 2023. (1) Belanda dengan jumlah ekspor sebesar 119,5 ribu ton. (2) Jerman dengan jumlah ekspor sebesar 38,8 ribu ton. (3) Belgia dengan jumlah ekspor sebesar 23,9 ribu ton. (4) Amerika Serikat dengan jumlah ekspor sebesar 19,8 ribu ton. (5) Slovenia dengan jumlah ekspor sebesar 9,3 ribu ton. (6) Australia dengan jumlah ekspor sebesar 8,4 ribu ton. (7) Singapura dengan jumlah ekspor 6,3 ribu ton. (8) Selandia Baru dengan jumlah ekspor sebesar 5,8 ribu ton. (9) Inggris dengan jumlah ekspor sebesar 5,2 ribu ton. (10) Jepang dengan jumlah ekspor sebesar 4,8 ribu ton.

Mengapa negara-negara maju melakukan ekspor sampah? Desinta Mega (GoodNews From Indonesia, 23/8/2024) mengungkapkan beberapa alasan. Salah satu alasan utama sampah diekspor ke Indonesia, karena biaya pengelolaan sampah lebih murah dibandingkan negara asalnya. Di negara-negara maju, biaya untuk mengolah sampah sangat tinggi sebab adanya regulasi lingkungan yang ketat.

Kedua, negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, seringkali tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk mengolah seluruh sampah mereka sendiri. Hal ini terjadi karena kapasitas pengolahan sampah di negara-negara tersebut terbatas atau sudah overload

Ketiga, regulasi terkait sampah impor sampah di Indonesia seringkali tidak seketat negara-negara maju. Meskipun Indonesia memiliki peraturan yang melarang sampah impor yang berbahaya, implementasi dan penegakkan hukum di lapangan seringkali mentah. 

Keempat, kesadaran msyarakat dan pengawasan dari pihak berwenang terhadap isu impor sampah kurang intensif. Banyak masyarakat yang tidak menyadari dampak negatif dari sampah impor, seperti pencemaran dan ancaman kesehatan. 

Contoh masyarakat desa di Mojokerto, JawaTimur; Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi dan Gunung Putri Kabupaten Bogor, mereka malah senang diberi sisa-sisa sampah impor dari pabrik kertas sangat terkenal. Pemberian itu katanya, merupakan sejenis program Corporate Social responsibility (CSR) dari perusahaan. Yang menyedihkan sejumlah aktivis lingkungan dan lainnya kurang memahami adanya sampah impor di sini. Konteks ini berdasar hasil rapid assessment pengelolaan sampah impor dan lokal di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Mojokerto, dan lain-lain. 

Argumentasi rasional di atas, sebetulnya telah ditangkap oleh Menteri LH dan disampaikan di depan forum ketika berkunjungan di TPST Bantargebang dan pada media massa. Biaya membakar sampah di negara maju sangat mahal, maka mencari jalan dengan biaya lebih murah, yakni membuang sampahnya ke negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.