Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bahan Baku Daur Ulang Plastik dan Kertas

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selanjutnya, plastik ember gabrugan 500 rupiah/kg, dulu 1.200 rupiah/kg. PET bodong 3.000 rupiah/kg, dulu 6.000 rupiah/kg. PP gelas 3.500 rupiah/kg, dulu 7.000 rupiah/kg. Himpek/PVC 2.000 rupiah/kg, dulu 5.000 rupiah/kg. PP hitam 4.700 rupiah/kg, dulu 6.000 rupiah/kg. Plastik slofan (bekas kemasan minyak goreng, diterjen, dan lain-lain) 3.500 rupiah/kg, dulu 4.500 rupiah/kg. Nilek 4.000 rupiah/kg, dulu 6.000 rupiah/kg. Kulit kabel 4.000 rupiah/kg, dulu 7.000 rupiah/kg. Plastik LD harga stabil 8.000 rupiah/kg. 

Ada beberapa sampah yang harganya stabil atau standar, di antaranya jenis plastik LD, beling, logam, babet, alumunium, tulang. Harga plastik LD 10.000 rupiah/kg jika cacahan harganya lebih, PS alumunium (kaleng minuman ringan) 16.000 rupiah/kg, tulang hewan 1.200 rupiah/kg. Pada umumnya material ini merupakan sampah lokal.

Jatuhnya harga-harga sampah pungutan pemulung sekitar 50-60%. Duplok Nursaidi (36 tahun) Pengurus APPI mengatakan, bukan harga jatuh tetapi “pindah harga”. Kalau harga turun itu 100 rupiah atau 200 rupiah/Kg, tetapi ini 1.000 rupiah sampai 3.500 rupiah lebih/Kg. Harga sudah pindah, ketika jual barang tidak dibayar, masih dihutang seminggu sampai sebulan. Dampaknya sangat dasyiat, membikin hidup pemulung dan pelapak kembang kempis, mati suri. Harga sampah sortiran di tingkat pengepul (bos) dan pencacahan plastik ketika menjual ke bandar/pabrikan daur ulang pun turun sangat besar. Misal PET bodong bersih 5.000 rupiah/kg, dulu mencapai 8.000 rupiah/kg, bahkan sampai 11.000 rupiah/kg. 

Akibatnya banyak barang/sampah ditumpuk saja di pengepul, tidak disortir karena kesulitan uang untuk membayar para pekerja. Malah, ketika menjual sampah sortiran harganya sudah turun lagi, tidak dibayar kontan, dan lain-lain. Sehingga banyak pengepul bangkrut tanpa jejak.

Bahkan, sehari akan turun pihak pengusaha pencacahan plastik atau pabrikan daur ulang sudah memberi tahu. Pemberitahuan 20 Juli 2023, bahwa besok pada 21 Juli 2023 harga PET bodong akan turun 200 rupiah/kg. Harga plastik PET (botol mineral) dan jenis lainnya sudah beberapa kali turun. Besaran tiap harga turun antara 200 rupiah sampai 300 rupiah/kg. 

Sedang pengeluaran keluarga pemulung untuk kebutuhan makan, uang sekolah, jajan, dan lain-lain sekitar 100.000 rupiah. Kadang-kandang lebih. Belum lagi kalau ada undangan hajatan/kundangan. Seorang pemulung perempuan mengatakan, sekarang harga beras 12.000 rupiah/liter per kg. Sayur asem 4.000 rupiah/bungkus, cabai 5.000 rupiah/bungkus, bawang merah 5.000 rupiah/bungkus, bawang putih 5.000 rupiah/bungkus kecil, minyak goreng murah 15.000 rupiah/bungkus. 

Belum lagi kalau sakit, ia melanjutkan, jika sakit ringan hanya puyeng, pilek biasanya beli obat ke warung. Tetapi jika sakit serius berobat ke mantri kesehatan atau dokter dikenai tarif 150.000 rupiah-200.000 rupiah, diberi obat untuk tiga hari. Jika belum sembuh disuruh periksa lagi dengan biaya 200.000 rupiah. 

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, kebutuhan bahan baku industri plastik tahun 2023, total sebanyak 10,80 juta ton, terdiri dari kebutuhan bahan baku industri plastik dalam negeri sebanyak 9,42 juta ton dan kebutuhan bahan baku untuk ekspor sebanyak 1,38 ton. (Kemenperin, Juli 2024). 

Kebutuhan bahan baku industri plastik dalam negeri sebanyak 9,42 juta ton tersebut dibagi menjadi: virgin dalam negeri sebanyak 3,31 juta ton (35,10%); virgin impor sebanyak 4,57 juta ton (48,58%); recycled dalam negeri sebanyak 1,28 juta ton (13,55%); dan Limbah Non B3 plastik impor sebanyak 261 ton (2,77%). Sedang kebutuhan bahan baku untuk ekspor 1,38 juta ton tersebut terdiri dari virgin ekspor sebanyak 1,34 juta ton dan recycled ekspor sebanyak 41 ton. 

Bisa Dipenuhi

Kebutuhan yang harus dipenuhi sebanyak 261 ton per bulan. Mestinya kebutuhan bahan baku plastik mampu dipenuhi di dalam negeri. Pemulung dan pelapak jika dilibatkan dengan serius mampu memenuhi target tersebut. Kementerian LH akan berupaya memenuhi target tersebut dengan melibatkan, mendukung dan faisilitasi pemulung dan pelapak. 

Sebenarnya secara fakta kita sedang bicara tentang kolonial atau kolonialisme sampah. Kita diberi kotak pandora. Sejumlah negara di Asia dan Asia Tenggara menjadi tujuan impor sampah atau pasar dumping sampah. Negara-negara berkembang sebagai tempat pembuangan sampah negara maju dengan berbagai dalih dari ketidakmampuan dan tidak bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan penduduknya. Sungguh sangat tragis, negara-negara maju yang mengajari pentingnya mengelola sampah dengan standar tinggi, kualitas lingkungan hidup dan kesehatan manusia. 

Sejak tahun 2018, impor sampah plastik ke Indonesia meningkat secara signifikan. Berdasarkan data UN Comtrade, Indonesia mengimpor sampah plastik hingga 30,4 juta dollar AS dengan volume 53,76 juta kg pada Januari hingga November 2022. Banyak sampah plastik ini berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Australia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.