Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unair Luncurkan Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku

📅 Senin, 11 Nov 2024, 19:38 WIB | Oleh:
Unair Luncurkan Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku Doc: istimewa
Ket. Rektor Unair, Mohammad Nasih

JAKARTA - Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Unair, peluncuran tersebut menunjukkan komitmen Unair di bidang riset dan inovasi.

“Unair bertekad untuk terus berinovasi menghasilkan riset-riset berkualitas dan mengabdi kepada masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa Unair tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi kebermanfaatan bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor Unair, Mohammad Nasih, dalam Sidang Dies Natalis ke-70, di Surabaya, Senin (11/11).

Nasih menjelaskan, vaksin PMK ini merupakan hasil riset kolaboratif dari tim peneliti Unair sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, vaksin tersebut dapat mendukung program pemerintah terkait makan bergizi.

Insha Allah, kita siap berkontribusi di bidang pergizian dengan pervaksinan ini sebagai kontribusi kita untuk bangsa dan negara,” terangnya.

Peneliti Unair, Fedik Abdul Rantam, menerangkan, PMK merupakan penyakit disebabkan oleh virus yang menyerang pada hewan berkuku genap, utamanya adalah sapi, kambing, domba, kerbau. Tingkat kematian rendah, tetapi penyebaranya sangat cepat, tahan dalam air, kotoran hewan (faces), mudah menular melalui udara, air, makanan, dan peralatan kandang, baju dan alat.

Dia melanjutkan, penyakit ini menyebabkan hewan menjadi kurus dan dapat persisten dalam waktu yang cukup lama. Dengan demikian, penyakit ini disebut penyakit ekonomil, sehingga dapat menyebabkan produksi susu menurun sulit untuk kembali normal, penurunan produksi susu dari 25 liter menjadi 10 liter, dan nilai karkasnya rendah.

“Oleh karena itu pencegahan penyebaran PMK melalui vaksinasi sangat penting,” ucapnya.

Fedik menerangkan, tahun 2023 penyakit PMK melanda Indonesia kembali dan sampai saat ini masih belum bisa dibebaskan dari serangan penyakit tersebut. Terbukti masih terdapat spot outbreak di berbagai daerah.

Dia mengungkapkan, virus PMK mempunyai empat macam viral protein 1,2,3,4, dan protein tersebut mempunyai peranan berbeda dalam patogenesisnya untuk menginfeksi sel epitel terutama di mulut dan teracak kaki (corona kaki). Virus yang mempunyai genom ssRNA tidak mempunyai cross protective diantara serotipe O, A, C, SAT1,2,3.

“Di Indonesia penyakit PMK termasuk serotipe O, oleh karena itu sangat diperlukan vaksin isolate lokal sesuai dengan penyebab penyakit dilapangan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.