Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buku Sastra Sebaiknya Dibagikan Gratis di Sekolah

📅 Senin, 11 Nov 2024, 03:50 WIB | Oleh:
Buku Sastra Sebaiknya Dibagikan Gratis di Sekolah Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Mendikdasmen Abdul Mu'ti membacakan puisi berjudul "Kupu-Kupu di Dalam Buku" karya Penyair Taufik Ismail dalam acara "Pak Menteri Ngariung" untuk menampung aspirasi para sastrawan di, Jakarta Timur, Jumat (8/11).

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berharap buku sastra bisa dibagikan gratis di sekolah. Menurutnya, hal ini penting untuk mengenalkan karya sastra kepada generasi muda.

“Ya mudah-mudahan nanti bisa kita terbitkan dan kita bagikan secara gratis kepada anak-anak kita untuk mereka bisa membaca karya-karya sastra dari para penyair dan juga mungkin karya sastra mereka sendiri,” ujar Mu’ti, dalam acara Ngariung Bersama Komunitas dan Pegiat Sastra, di Jakarta, pekan lalu.

Dia mendorong agar sastra bisa masuk kurikulum dengan tujuan untuk meningkatkan karakter siswa. Di sisi lain, pihaknya juga mengupayakan buku-buku sastra menjadi bacaan siswa di luar buku mata pelajaran.

“Memang kami merencanakan, selain buku-buku teks yang dibaca dan menjadi bagian dari mata pelajaran di kelas dan di sekolah, kami berusaha untuk semakin banyak bacaan-bacaan di luar buku teks, salah satunya adalah buku-buku sastra,” jelasnya.

Mu’ti berharap agar literasi, rasa cinta kepada sastra tumbuh kembali di kalangan anak-anak muda. Menurutnya, hal tersebut penting untuk membangun peradaban Indonesia dengan karya-karya yang luar biasa.

Dia melanjutkan, sebuah bangsa bisa maju tidak hanya dengan kesejahteraan ekonomi. Menurutnya, karya sastra bisa menjadi salah satu cara untuk membangun dan memajukan bangsa.

“Kita ingin agar anak-anak muda kita, generasi bangsa ini membangun negeri ini dengan karya-karya hebat dan karya-karya itu mudah-mudahan nanti bisa kita perkuat dengan publikasi-publikasi dari kementerian,” terangnya.

Peran TBM

Sementara itu, Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM), Opik, mengatakan, TBM memiliki peran strategis sebagai ruang gerakan literasi yang mengakar di tengah masyarakat Indonesia.

Dengan jumlah mencapai 3.215 yang tersebar di seluruh Indonesia, TBM menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat, sekaligus pusat pembelajaran dan kreativitas bagi masyarakat.

“Perlu kebijakan yang memungkinkan TBM terus tumbuh sebagai ruang inklusif yang mengakomodasi berbagai kebutuhan literasi masyarakat,” ucapnya.

Dia menilai, pemerintah perlu meningkatkan bantuan untuk ­komunitas literasi/TBM. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.